Akibat Covid-19, Ekonomi Dunia Rugi USD9 Triliun
Selasa, 12 Mei 2020 - 22:11 WIB
Hal tersebut mendorong kenaikan imbal hasil Surat Utang Negara bertenor 10 tahun yang meningkat di atas 8%, Indeks Harga Saham Gabungan yang melemah tajam hampir 28%. Nilai tukar rupiah yang terdepresiasi 17,6% (year to date) di akhir Maret 2020, yang sempat menyentuh Rp16.600 per dolar Amerika Serikat pada 23 Maret 2020.
Sri Mulyani menambahkan kondisi luar biasa (extraordinary) tersebut, mendorong berbagai negara melakukan langkah luar biasa untuk menyelamatkan masyarakat dan perekonomian.
Ini terlihat dari negara-negara di berbagai benua, baik di Asia, Eropa, Amerika, semua melakukan kebijakan ekspansi fiskal (meningkatkan defisit APBN bahkan hingga mencapai di atas 10% PDB seperti di Amerika Serikat, Singapura, Australia dan Malaysia) dan kebijakan moneter (menurunkan suku bunga, memompa likuiditas-quantitative easing) dan melakukan dan relaksasi regulasi sektor keuangan.
"Pemerintah Indonesia juga melakukan langkah yang luar biasa secara cepat dan signifikan untuk menangani penyebaran Covid-19 dan dampak ancaman sosial, ekonomi dan ancaman sistem keuangan," pungkasnya.
Sri Mulyani menambahkan kondisi luar biasa (extraordinary) tersebut, mendorong berbagai negara melakukan langkah luar biasa untuk menyelamatkan masyarakat dan perekonomian.
Ini terlihat dari negara-negara di berbagai benua, baik di Asia, Eropa, Amerika, semua melakukan kebijakan ekspansi fiskal (meningkatkan defisit APBN bahkan hingga mencapai di atas 10% PDB seperti di Amerika Serikat, Singapura, Australia dan Malaysia) dan kebijakan moneter (menurunkan suku bunga, memompa likuiditas-quantitative easing) dan melakukan dan relaksasi regulasi sektor keuangan.
"Pemerintah Indonesia juga melakukan langkah yang luar biasa secara cepat dan signifikan untuk menangani penyebaran Covid-19 dan dampak ancaman sosial, ekonomi dan ancaman sistem keuangan," pungkasnya.
(bon)
Lihat Juga :