Pemerintrah Tetapkan SKSN untuk Tumbuhkan Potensi Ekonomi Digital
Kamis, 10 Desember 2020 - 09:15 WIB
Peningkatan lalu lintas internet dan maraknya penggunaan aplikasi daring turut dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melancarkan serangan siber, seperti malware, phising, SQL Injection, Hijacking, dan Distributed Denial of Service (DDOS). (Baca juga: Canggih, India Gunakan Robot untuk Merawat Pasien)
Selama periode bulan Januari-November 2020, BSSN mendeteksi telah terjadi serangan siber sebanyak lebih dari 423 juta serangan. Jumlah ini lebih banyak hampir tiga kali lipat dibandingkan dengan jumlah serangan di periode yang sama pada 2019.
Adapun serangan menjadi tren dalam masa pandemi Covid-19 ini adalah pencurian data melalui malware. Hal ini menjadi perhatian karena serangan yang terjadi di dunia maya dapat menyebabkan kerusakan dan terganggunya stabilitas di dunia nyata. (Lihat videonya: HRS Beri Pernyataan tentang Detik-detik Penembakan Laskar FPI)
Data, kata Hinsa Siburian, adalah jenis kekayaan baru bangsa Indonesia. “Kini, data lebih berharga dari minyak sehingga dalam bidang pertahanan keamanan, Indonesia juga harus tanggap dan siap menghadapi perang siber,” katanya. (Sudarsono)
Selama periode bulan Januari-November 2020, BSSN mendeteksi telah terjadi serangan siber sebanyak lebih dari 423 juta serangan. Jumlah ini lebih banyak hampir tiga kali lipat dibandingkan dengan jumlah serangan di periode yang sama pada 2019.
Adapun serangan menjadi tren dalam masa pandemi Covid-19 ini adalah pencurian data melalui malware. Hal ini menjadi perhatian karena serangan yang terjadi di dunia maya dapat menyebabkan kerusakan dan terganggunya stabilitas di dunia nyata. (Lihat videonya: HRS Beri Pernyataan tentang Detik-detik Penembakan Laskar FPI)
Data, kata Hinsa Siburian, adalah jenis kekayaan baru bangsa Indonesia. “Kini, data lebih berharga dari minyak sehingga dalam bidang pertahanan keamanan, Indonesia juga harus tanggap dan siap menghadapi perang siber,” katanya. (Sudarsono)
(ysw)
Lihat Juga :