Inovasi PTAL Bisa Naikkan Harga Garam

Kamis, 10 Desember 2020 - 15:43 WIB
"Kalau kita hitung hasil uji produksi skala plasma PTAL di bawah binaan IPSAL Pamekasan ini, bisa menghasilkan 156 kilogram per hari, kalau 20 hari kerja bisa mencapai 3 ton sebulan. Coba bayangkan kalau bisa menghasilkan 3.000 ton setahun, kita panen, petani garam tentu sejahtera karena dari harga bahan baku garam krosok per kilo Rp300-550, setelah mendapat sentuhan inovasi teknologi PTAL Garam ini menjadi seharga Rp4.900/kilo," ujar Sjarief di Jakarta, Kamis (10/12). (Baca juga: Produksi dan Kebutuhan Jomplang, RI Bakal Kecanduan Impor Garam)

Dengan hasil tersebut, Sjarief menilai dapat memenuhi kebutuhan garam Madura. Sebagaimana diketahui, kebutuhan garam per orang per tahun pada umumnya mencapai 4 kg. "Mari mendorong perilaku masyarakat untuk membeli garam lokal. Jadikan garam Pamekasan ini sebagai garamnya orang Madura," tegasnya.

Disamping itu, untuk meningkatkan perekonomian, pihaknya juga berharap dapat dibangun koperasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) , dengan pembagian kelompok masyarakat yang bekerja di tambak, kelompok yang membuat produk, hingga kelompok pemasaran. "Jadikan desa ini sebagai kampung garam. Selain produksi garam konsumsi, coba membuat garam spa, refleksi, hingga nantinya dapat menjadi lokasi wisata. Jadikan tempat pengolahan garam ini menjadi wisata edukasi, agar masyarakat dapat mengetahui bagaimana prosesnya. Dengan teknologi tentunya kita harus dapat membawa perubahan yang lebih baik kepada masyarakat," terang Sjarief.

Agar dapat dijual di pasaran, hingga ke supermarket, Sjarief juga mendorong garam Pamekasan untuk dapat didaftarkan ke BPOM, memiliki sertifikasi dari Kementerian Kesehatan, Surat Izin Edar dari Kementerian Perdagangan, serta membuat kemasan dan brand yang menarik. "Mengenai pembiayaan, KKP memiliki dana pinjaman Badan Layanan Umum (BLU) Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) berbiaya rendah, dengan bunga 3 persen per tahun," paparnya.
(aby)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!