Harga Saham Emiten Rokok Berguguran Dihantam Cukai Naik, Cek Selengkapnya di Sini

Kamis, 10 Desember 2020 - 18:25 WIB
Kemudian, saham H M Sampoerna turun Rp125 atau 6,96% ke Rp1.670. Frekuensi perdagangan saham HMSP mencapai 51.086 kali dengan 606,45 juta lembar saham diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp1,07 triliun. Price Earning Ratio (PER) 21,08 dan Market Cap Rp194,25 triliun.

(Baca Juga: Harga Rokok Naik, Netizen: Fix yang Ngasih Tau, Kamu Berdosa Banget )

Lalu, saham Indonesian Tobacco turun Rp65 atau 6,88% ke Rp880. Frekuensi perdagangan saham ITIC mencapai 5.777 kali dengan 29,10 juta lembar saham diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp26,82 miliar. Price Earning Ratio (PER) 45,80 dan Market Cap Rp827,83 miliar.

Lalu, saham Bentoel Internasional Investama turun Rp4 atau 1,07% ke Rp370. Frekuensi perdagangan saham RMBA mencapai 304 kali dengan 1,28 juta lembar saham diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp491,09 juta. Price Earning Ratio (PER) -17,91 dan Market Cap Rp13,47 triliun.

Lalu, saham Wismilak Inti Makmur tidak ada pergerakan, Rp0 atau 0,00 persen di Rp595. Frekuensi perdagangan saham WIIM mencapai 19.755 kali dengan 300,87 juta lembar saham diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp185,46 miliar. Price Earning Ratio (PER) 8,62 dan Market Cap Rp1,25 triliun.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!