Kementan Minta Pemda Optimalkan Kinerja BPP KostraTani
Sabtu, 12 Desember 2020 - 00:11 WIB
Menurutnya, tantangan dan kendala lapangan pengisian Laput adalah dinamika lapangan yang membuktikan itikad pemerintah daerah, khususnya Sumbar, mendukung pembangunan pertanian nasional. “Laput Kementan menjadi dasar alokasi pupuk, benih, obat-obatan. Misal jadwal distribusi. Akurasi sangat vital. Dampaknya buruk, kalau salah. Pembangunan pertanian akan lebih baik, kalau laporan benar dan tepat,” kata Leli.
(Baca juga:Kejagung Periksa Tiga Saksi dugaan Korupsi Alat Pertanian Kementan)
Dalam berbagai kesempatan, Dedi Nursyamsi selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengingatkan peran vital Laput. Pasalnya, Laput merupakan instrumen untuk menghimpun data dan laporan capaian program utama Kementan dari kecamatan yang dilaporkan BPP KostraTani via online ke AWR Kementan.
Menurut Dedi, Laput Kementan meliputi ketersediaan komoditas strategis, jumlah penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR), peningkatan ekspor, penurunan losses, angka stunting, menurunkan daerah rawan pangan, petani milenial, investasi, SDM pertanian dan jumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh BPP KostraTani.
(Baca juga:Kementan Ajak Peternak Unggas Gunakan Antimikroba Secara Bijak)
“KostraTani tempat kita berkumpul dengan cara-cara baru. Kita tinggalkan pola lama. Cara usang yang tidak cocok lagi untuk mengelola pertanian. Kita gunakan pendekatan teknologi 4.0 untuk satukan petani dengan penyuluh di daerah ke Kementan di Jakarta. Kita hapus sekat pusat dan daerah,” kata Mentan dikutip Dedi.
(Baca juga:Kejagung Periksa Tiga Saksi dugaan Korupsi Alat Pertanian Kementan)
Dalam berbagai kesempatan, Dedi Nursyamsi selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengingatkan peran vital Laput. Pasalnya, Laput merupakan instrumen untuk menghimpun data dan laporan capaian program utama Kementan dari kecamatan yang dilaporkan BPP KostraTani via online ke AWR Kementan.
Menurut Dedi, Laput Kementan meliputi ketersediaan komoditas strategis, jumlah penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR), peningkatan ekspor, penurunan losses, angka stunting, menurunkan daerah rawan pangan, petani milenial, investasi, SDM pertanian dan jumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh BPP KostraTani.
(Baca juga:Kementan Ajak Peternak Unggas Gunakan Antimikroba Secara Bijak)
“KostraTani tempat kita berkumpul dengan cara-cara baru. Kita tinggalkan pola lama. Cara usang yang tidak cocok lagi untuk mengelola pertanian. Kita gunakan pendekatan teknologi 4.0 untuk satukan petani dengan penyuluh di daerah ke Kementan di Jakarta. Kita hapus sekat pusat dan daerah,” kata Mentan dikutip Dedi.
Lihat Juga :