Maju Tak Gentar, Produksi Minyak 1 Juta Barel Tetap Diburu hingga 2030

Senin, 14 Desember 2020 - 18:23 WIB
Rapat kerja SKK Migas dibuka oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif serta dihadiri oleh Direktur Jenderal Migas, manajemen, dan pekerja SKK Migas. Dalam sambutannya, Arifin berharap agar rencana-rencana jangka pendek, menengah dan jangka panjang yang akan disusun SKK Migas dapat dipetakan lebih jelas, sehingga cita-cita 1 juta BOPD dan 12 BSCFD gas pada tahun 2030 dapat tercapai dan terefleksi pada target tahunan industri hulu migas.

“Saya berharap rapat kerja SKK Migas tahun ini dapat menghasilkan rencana kerja dan target-target yang jelas, terukur, dan dapat diturunkan sehingga seluruh insan hulu migas dapat memberikan kontribusinya dengan baik,” kata Arifin.

Baca Juga: Babak Baru SKK Migas ke Depan: Ngurus Energi Baru Terbarukan

Arifin menambahkan Kementerian ESDM senantiasa mendukung upaya yang dilakukan oleh SKK Migas dalam rangka melakukan transformasi hulu migas, agar mampu memberikan kontribusi yang lebih baik bagi negara sebagaimana amanah dalam konstitusi UUD 1945. Transformasi dalam upaya meningkatkan kapabilitas organisasi dan sumber daya manusia dalam rangka peningkatan produksi migas nasional secara signifikan agar kontribusi hulu migas untuk pembangunan perekonomian nasional dapat ditingkatkan.

Dwi Soetjipto menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan dukungan terhadap industri hulu migas. “Kami berterima kasih dan memberikan apresiasi atas dukungan Kementerian ESDM yang telah memberikan kemudahan dan insentif, termasuk dukungannya terhadap upaya SKK Migas mempercepat pembahasan Plan of Development (POD) sehingga memperkokoh pondasi produksi migas di masa mendatang," kata Dwi.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!