Maju Tak Gentar, Produksi Minyak 1 Juta Barel Tetap Diburu hingga 2030
Senin, 14 Desember 2020 - 18:23 WIB
FOTO/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan lifting minyak sebesar 705.000 BOPD dan gas sebesar 5.638 MMSCFD pada 2021. Target tersebut sejalan dengan kinerja SKK Migas pada tahun walaupun penuh tantangan terimbas pandemi Covid-19.
"Disaat pemerintah membutuhkan sumber pembiayaan dalam APBN 2020 karena kinerja ekonomi nasional turun, kami bersyukur sektor hulu migas dapat berkontribusi dengan baik dan ini menunjukkan peran hulu migas tetap penting dalam perekonomian nasional," ujar Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto melalui keterangan tertulis, di Jakarta, Senin (14/12/2029).
Baca Juga: Bangun Kebangkitan Industri Hulu Migas, Kepala SKK Migas Ajak Keluar dari Zona Nyaman
SKK Migas pun telah melaksanakan rapat kerja (raker) secara virtual pada 14 – 17 Desember 2020. Raker dilaksanakan untuk memastikan program kerja tahun 2021 sejalan dengan rencana jangka panjang yang telah ditetapkan untuk mendukung pencapaian target produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas sebesar 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) di tahun 2030.
"Disaat pemerintah membutuhkan sumber pembiayaan dalam APBN 2020 karena kinerja ekonomi nasional turun, kami bersyukur sektor hulu migas dapat berkontribusi dengan baik dan ini menunjukkan peran hulu migas tetap penting dalam perekonomian nasional," ujar Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto melalui keterangan tertulis, di Jakarta, Senin (14/12/2029).
Baca Juga: Bangun Kebangkitan Industri Hulu Migas, Kepala SKK Migas Ajak Keluar dari Zona Nyaman
SKK Migas pun telah melaksanakan rapat kerja (raker) secara virtual pada 14 – 17 Desember 2020. Raker dilaksanakan untuk memastikan program kerja tahun 2021 sejalan dengan rencana jangka panjang yang telah ditetapkan untuk mendukung pencapaian target produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas sebesar 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) di tahun 2030.
Lihat Juga :