Pertumbuhan Kredit Diperkirakan Hanya Tembus 5% Pada 2021

Senin, 14 Desember 2020 - 22:09 WIB
Dia mengatakan, pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung merupakan kerja bersama berbagai pihak. Terutama kerja antara otoritas moneter, yaitu Bank Indonesia, serta otoritas sektor keuangan, yaitu OJK. Juga otoritas fiskal, yakni Kementerian Keuangan. Andry menambahkan, pada 2021 roda ekonomi nasional bergerak sekitar 60% hingga 70% dari total kapasitasnya. Diperkirakan, ekonomi nasional akan kembali pulih seperti kondisi sebelum pandemi pada tahun 2022. “Kami memproyeksikan pertumbuhan kredit masih maksimal 5%. Kondisi ekonomi akan pulih seperti sebelum pandemi pada 2022,” tambahnya.

(Baca Juga : Masih Berat, Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi -2,4% di 2020 )

Dari sisi perbankan, untuk pertumbuhan kredit, dia menilai, sangat dipengaruhi kinerja di sektor riil. Sedangkan, kinerja di sektor riil sangat dipengauhi oleh pemulihan dampak dari Covid-19. Pemulihan sektor riil akan mempengaruhi sektor keuangan karena sektor keuangan mendukung sektor riil, terutama dari sisi pembiayaan. ”Artinya kalau sektor riil belum pulih, pertumbuhan kredit masih tetap rendah,’’ucapnya.

(Baca Juga : Keterbatasan Vaksin Jadi Penghambat Pertumbuhan Ekonomi di 2021 )

Andry mengatakan ada beberapa sektor yang sebenarnya relatif cepat pemulihannya. Seperti sektor teknologi informasi, sektor transportasi dan sektor farmasi. “Sektor perdagangan, meski masih rendah, tetapi karena tidak ada lagi PSBB, saat ini pelaku usaha sudah mulai leluasa berdagang,” terangnya.
(ton)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!