Emiten Alkes Optimis Kebanjiran Order dari Proyek Vaksin Gratis

Rabu, 16 Desember 2020 - 20:37 WIB
Untuk tahun depan, perseroan yakin kinerja keuangan akan tumbuh lebih tinggi dibanding tahun ini. Selain didukung dengan meningkatnya belanja alat kesehatan oleh pemerintah pada tahun 2021, kinerja perseroan juga akan ditopang dengan beroperasinya secara penuh pabrik ke-2 milik PT Oneject Indonesia (Oneject) yang merupakan sister company perseroan ditahun depan.

Hadirnya pabrik ke-2 tersebut akan membuat total kapasitas yang dimiliki OneJect mencapai 1,2 miliar jarum suntik sekali pakai (ADS) dan safety needle per tahun, sekaligus mengukuhkan OneJect sebagai produsen jarum suntik sekali pakai (ADS) dan safety needle terbesar di ASEAN.

Sepanjang tahun 2020, performa perseroan telah melampaui target yang ditetapkan. Pendapatan yang ditargetkan tumbuh 20% , mampu tumbuh diatas 20%. Begitu juga untuk performa laba bersih, yang semula di targetkan bisa tumbuh diatas 20%, diperkirakan pertumbuhannya bisa berada diatas 30%.

Baca Juga : BKPM Susun Road Map Industri Alat Kesehatan di Tanah Air

Hingga September 2020, perseroan mencatat pendapatan Rp141,06 miliar atau tumbuh 9,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kontribusi pendapatan berasal dari Alat Kesehatan Non Elektromedik (Alat Suntik) yang tumbuh 19,3% (yoy) menjadi Rp33,14 miliar dan Produk Diagnostic In Vitro yang tumbuh sebesar 6,5% (yoy) menjadi Rp107,77 miliar. Laba usaha tercatat Rp11,36 miliar atau tumbuh 31,8% dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp8,6 miliar. Sementara untuk perolehan laba bersih, tumbuh lebih tinggi lagi sebesar 46,4% menjadi Rp9,03 miliar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!