Januari 2021, Dilakukan Tanam Padi 1.600 Hektare di Lahan Food Estate Kalteng

Kamis, 17 Desember 2020 - 11:45 WIB
Langkah pengembangan SDM pertanian diemban oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) yang menggelar workshop di Palangkaraya, Rabu (16/12/2020) bertajuk 'Penumbuhan dan Pengembangan Korporasi Petani di kawasan Food Estate Kalteng (FE Kalteng) di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau'.

“Penyuluh pusat dan daerah harus sinergi mendampingi dan mengawal petani membentuk korporasi petani di lokasi Food Estate Kalteng,” kata Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi saat membuka workshop.

(Baca juga:Kementerian PUPR Tingkatkan Konektivitas Food Estate Kalteng)

Dia mengingatkan korporasi petani adalah basis food estate yang terkonsolidasi di kelompok tani. Korporasi petani ini mengoptimalkan peran penyuluh pertanian melalui input sumber daya, proses pelembagaan dan output promosi.

Menurutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Mentan Syahrul mengembangkan konsep pertanian dari hulu ke hilir, klaster berbasis korporasi petani, diversifikasi pangan, hortikultura dan ternak, lumbung pangan nasional, pertanian modern melalui mekanisasi dan pertanian 4.0.

(Baca juga:On the Track, Realisasi Food Estate Kalteng sudah Capai 19.000 Hektare)

Selain itu juga menjual produk olahan bukan mentah. “Petani menjual beras sebagai produk hilir, bukan gabah sebagai produk hulu. Begitu pula produk olahan lainnya dari komoditas pertanian food estate,” kata Dedi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!