Mentan Syahrul Ingatkan Jajarannya Soal Risiko, Ada Apa?
Jum'at, 18 Desember 2020 - 10:23 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo dalam peringatan Hari AntiKorupsi Sedunia di Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (18/12/2020). Foto/Hafid Fuad
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memperingati Hari AntiKorupsi Sedunia 2020 dengan mengingatkan jajarannya untuk menyadari high risk, middle risk, dan low risk. Konsep manajemen risiko tersebut disebutnya wajib dipahami di setiap pejabat yang dipimpinnya.
"Kalau ada pejabat saya yang tidak paham high risk, middle risk, dan low risk berarti sudah terlalu lama dia jadi pejabat sehingga sudah lupa konsep manajemen risiko," ujar Syahrul dalam peringatan Hari AntiKorupsi Sedunia di Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (18/12/2020).
(Baca Juga: Korupsi Makin Masif, Jokowi Didesak Benahi Bidang Penindakan dan Pencegahan) Dia mengatakan, pemahaman manajemen risiko harus ada dalam mindset setiap individu. Meskipun manusia wajar melakukan salah tapi secara teori harus mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Berikutnya harus didukung early warning system dengan saling mengingatkan dan menjaga dalam lingkungan Kementerian Pertanian. "Saya sendiri melakukan framing untuk diri sendiri. Bila saya mengatakan tidak korupsi maka saya harus komitmen," katanya.
Menurutnya, dinamika bekerja selama masa pandemi sangat dinamis sekali. Bahkan harus melakukan diskresi karena tidak seluruhnya ada diatur dalam perundang-undangan. Karena itu dia meminta ada dukungan assessment dari penegak hukum agar jajarannya tidak salah ambil keputusan. "Jangan keluar dari SOP pahami apa aturannya. Jangan melawan hukum yang ada," tegasnya.
"Kalau ada pejabat saya yang tidak paham high risk, middle risk, dan low risk berarti sudah terlalu lama dia jadi pejabat sehingga sudah lupa konsep manajemen risiko," ujar Syahrul dalam peringatan Hari AntiKorupsi Sedunia di Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (18/12/2020).
(Baca Juga: Korupsi Makin Masif, Jokowi Didesak Benahi Bidang Penindakan dan Pencegahan) Dia mengatakan, pemahaman manajemen risiko harus ada dalam mindset setiap individu. Meskipun manusia wajar melakukan salah tapi secara teori harus mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Berikutnya harus didukung early warning system dengan saling mengingatkan dan menjaga dalam lingkungan Kementerian Pertanian. "Saya sendiri melakukan framing untuk diri sendiri. Bila saya mengatakan tidak korupsi maka saya harus komitmen," katanya.
Menurutnya, dinamika bekerja selama masa pandemi sangat dinamis sekali. Bahkan harus melakukan diskresi karena tidak seluruhnya ada diatur dalam perundang-undangan. Karena itu dia meminta ada dukungan assessment dari penegak hukum agar jajarannya tidak salah ambil keputusan. "Jangan keluar dari SOP pahami apa aturannya. Jangan melawan hukum yang ada," tegasnya.
Lihat Juga :