Ini Penyebab Pertumbuhan Kredit Loyo di Akhir Tahun
Jum'at, 18 Desember 2020 - 14:26 WIB
Lalu, pertumbuhan kredit berpotensi akan meningkat pada sektor-sektor seperti industri makanan dan minuman, industri logam dasar, industri kulit dan alas kaki, di samping sejumlah sektor-sektor prioritas yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan ekspor.
(Baca juga:Restrukturisasi Kredit Perbankan Capai Rp932,4 Triliun)
“Kinerja korporasi pada sektor-sektor tersebut serta pada UMKM menunjukan perbaikan, tercermin pada peningkatan indikator penjualan dan kemampuan bayar di dunia usaha,” katanya.
BI akan melanjutkan kebijakan makroprudensial akomodatif. Selain itu juga memperkuat sinergi dan koordinasi kebijakan dengan pemerintah, Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK), perbankan dan dunia usaha. Tujuannya untuk mengatasi permasalahan sisi permintaan dan penawaran dalam penyaluran kredit/pembiayaan dari perbankan kepada dunia usaha pada sektor-sektor prioritas.
(Baca juga:Restrukturisasi Kredit Perbankan Capai Rp932,4 Triliun)
“Kinerja korporasi pada sektor-sektor tersebut serta pada UMKM menunjukan perbaikan, tercermin pada peningkatan indikator penjualan dan kemampuan bayar di dunia usaha,” katanya.
BI akan melanjutkan kebijakan makroprudensial akomodatif. Selain itu juga memperkuat sinergi dan koordinasi kebijakan dengan pemerintah, Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK), perbankan dan dunia usaha. Tujuannya untuk mengatasi permasalahan sisi permintaan dan penawaran dalam penyaluran kredit/pembiayaan dari perbankan kepada dunia usaha pada sektor-sektor prioritas.
(dar)
Lihat Juga :