Kemendag Sayangkan Ekspor Indonesia ke Finlandia yang Cenderung Menurun
Rabu, 23 Desember 2020 - 00:21 WIB
"Produk lain yang berpotensi adalah kopi (HS 090110). Saat ini ekspor Indonesia sebesar USD746 ribu, sedangkan potensi ekspor kopi Indonesia sendiri sebesar USD17,6 juta," ungkap Marolop.
Ditambah lagi, realisasi ekspor fats, oil, and fractions nes (HS 151800) memiliki potensi ekspor sebesar USD2,7 juta.
Menurut Marolop, perdagangan Indonesia-Finlandia bisa dijembatani dengan Finnpartnership, yaitu program kemitraan bisnis yang dibiayai oleh Kementerian Luar Negeri Finlandia. "Program ini bertujuan untuk memberikan dampak ekonomi melalui promosi perdagangan antara Finlandia dan negara berkembang," ucapnya. ( Baca juga:Sandiaga Uno: Wapres Minta Wisata Halal dan Religi Jadi Perhatian untuk Menggairahkan Sektor Wisata )
Dalam implementasinya, Finnpartnership menunjuk Findolainen sebagai company spotter atau implementing agency program yang dimaksud.
"Dalam program ini, Findolainen sebagai company spotter memiliki kuota perusahaan yang dapat difasilitasi melalui layanan ini yang sangat terbatas. Oleh karena itu, tentunya pemilihan perusahaan akan dilakukan dengan cukup selektif," pungkas Marolop.
Ditambah lagi, realisasi ekspor fats, oil, and fractions nes (HS 151800) memiliki potensi ekspor sebesar USD2,7 juta.
Menurut Marolop, perdagangan Indonesia-Finlandia bisa dijembatani dengan Finnpartnership, yaitu program kemitraan bisnis yang dibiayai oleh Kementerian Luar Negeri Finlandia. "Program ini bertujuan untuk memberikan dampak ekonomi melalui promosi perdagangan antara Finlandia dan negara berkembang," ucapnya. ( Baca juga:Sandiaga Uno: Wapres Minta Wisata Halal dan Religi Jadi Perhatian untuk Menggairahkan Sektor Wisata )
Dalam implementasinya, Finnpartnership menunjuk Findolainen sebagai company spotter atau implementing agency program yang dimaksud.
"Dalam program ini, Findolainen sebagai company spotter memiliki kuota perusahaan yang dapat difasilitasi melalui layanan ini yang sangat terbatas. Oleh karena itu, tentunya pemilihan perusahaan akan dilakukan dengan cukup selektif," pungkas Marolop.
(uka)
Lihat Juga :