Investor Sudah Mulai Harus Realistis Lihat Manuver IHSG
Selasa, 29 Desember 2020 - 11:12 WIB
Dia menilai dalam jangka panjang indeks masih menjanjikan akan mengalami kenaikan. Para investor diingatkan agar memilih emiten yang memiliki fundamental kuat dan prospek jangka panjang.
"Ini penting kita harus bersiap bila market ada guncangan, setidaknya bisa ditopang fundamental yang kuat. Meskipun market optimistis tapi kita harus realistis," katanya.
Menurut dia alasan harus berhati-hati dalam menjaga ekspektasi karena kejelasan vaksin di Indonesia masih belum terkonfirmasi. Selain itu juga belum ada pengendalian Covid-19 yang baik karena korban terus naik.
"Berikutnya akan ada rencana lockdown juga yang belum tentu bisa menyelesaikan masalah bila mobilitas masyarakat tidak bisa dikendalikan," ujarnya. ( Baca juga:Bikin Bulu Kuduk Berdiri, Bos Sawit Ini Tersasar di Hotel Bintang 5 yang Sudah Lama Tutup di Jakarta )
Pada pembukaan perdagangan, Selasa (29/12/2020), terdapat 238 saham menguat, 33 saham melemah, dan 148 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp481,8 miliar dari 585,5 juta lembar saham yang diperdagangkan.
"Ini penting kita harus bersiap bila market ada guncangan, setidaknya bisa ditopang fundamental yang kuat. Meskipun market optimistis tapi kita harus realistis," katanya.
Menurut dia alasan harus berhati-hati dalam menjaga ekspektasi karena kejelasan vaksin di Indonesia masih belum terkonfirmasi. Selain itu juga belum ada pengendalian Covid-19 yang baik karena korban terus naik.
"Berikutnya akan ada rencana lockdown juga yang belum tentu bisa menyelesaikan masalah bila mobilitas masyarakat tidak bisa dikendalikan," ujarnya. ( Baca juga:Bikin Bulu Kuduk Berdiri, Bos Sawit Ini Tersasar di Hotel Bintang 5 yang Sudah Lama Tutup di Jakarta )
Pada pembukaan perdagangan, Selasa (29/12/2020), terdapat 238 saham menguat, 33 saham melemah, dan 148 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp481,8 miliar dari 585,5 juta lembar saham yang diperdagangkan.
(uka)
Lihat Juga :