Kuartal I/2020, Lifting Migas Capai 90,4%
Jum'at, 17 April 2020 - 03:11 WIB
Dia menambahkan bahwa capaian kinerja triwulan pertama tahun 2020 merupakan wujud awal keberhasilan pelaksanaan transformasi SKK Migas yang telah dimulai di tahun 2019.
Melalui implementasi salah satu pilar transformasi dengan telah dilaksanakannya digitalisasi melalui integrated operation center (IOC) sejak 31 Desember 2019 serta beroperasinya layanan one door service policy (ODSP) per Januari 2020.
“Pelaksanaan pilar transformasi tersebut memberikan andil pada upaya peningkatan pengawasan dan memangkas birokrasi dengan penyelesaian berbagai perizinan dalam satu platform layanan ODSP dengan waktu yang lebih cepat, telah memberikan dampak positif bagi pelaksanaan investasi hulu migas 2020 ditengah tantangan wabah Corona Covid-19,” ucapnya.
Selain fokus pada pencapaian target teknis yang telah ditetapkan pada WP&B, SKK Migas secara konsisten dan berkesinambungan melaksanakan berbagai program Filling The Gap (FTG) agar dapat dicapai penambahan produksi migas melalui penerapan inovasi dan operational excellence di hulu migas. Selain itu SKK Migas juga membuat terobosan-terobosan untuk mengusahakan agar efisiensi di hulu migas dapat semakin ditingkatkan.
Di tengah penurunan industri nasional sebagai akibat perlambatan ekonomi akibat wabah Corona Covid-19, insan hulu migas terus bekerja keras memberikan kontribusi yang terbaik agar target yang telah ditetapkan di tahun 2020 dapat tercapai.
“Oleh karena itu, SKK Migas selalu berupaya keras untuk menjaga agar kegiatan operasional hulu migas dan pembangunan proyek-proyek hulu migas nasional tidak terhenti. Dapat dibayangkan jika operasional hulu migas dan proyek hulu migas berhenti, berapa dampak yang ditimbulkan di industri penunjang, ketenagakerjaan serta ekonomi daerah,” pungkas Dwi Soetjipto.
Melalui implementasi salah satu pilar transformasi dengan telah dilaksanakannya digitalisasi melalui integrated operation center (IOC) sejak 31 Desember 2019 serta beroperasinya layanan one door service policy (ODSP) per Januari 2020.
“Pelaksanaan pilar transformasi tersebut memberikan andil pada upaya peningkatan pengawasan dan memangkas birokrasi dengan penyelesaian berbagai perizinan dalam satu platform layanan ODSP dengan waktu yang lebih cepat, telah memberikan dampak positif bagi pelaksanaan investasi hulu migas 2020 ditengah tantangan wabah Corona Covid-19,” ucapnya.
Selain fokus pada pencapaian target teknis yang telah ditetapkan pada WP&B, SKK Migas secara konsisten dan berkesinambungan melaksanakan berbagai program Filling The Gap (FTG) agar dapat dicapai penambahan produksi migas melalui penerapan inovasi dan operational excellence di hulu migas. Selain itu SKK Migas juga membuat terobosan-terobosan untuk mengusahakan agar efisiensi di hulu migas dapat semakin ditingkatkan.
Di tengah penurunan industri nasional sebagai akibat perlambatan ekonomi akibat wabah Corona Covid-19, insan hulu migas terus bekerja keras memberikan kontribusi yang terbaik agar target yang telah ditetapkan di tahun 2020 dapat tercapai.
“Oleh karena itu, SKK Migas selalu berupaya keras untuk menjaga agar kegiatan operasional hulu migas dan pembangunan proyek-proyek hulu migas nasional tidak terhenti. Dapat dibayangkan jika operasional hulu migas dan proyek hulu migas berhenti, berapa dampak yang ditimbulkan di industri penunjang, ketenagakerjaan serta ekonomi daerah,” pungkas Dwi Soetjipto.
(ind)
Lihat Juga :