Tekanan China, Kekayaan Jack Ma Amblas Rp155 Triliun
Senin, 04 Januari 2021 - 00:40 WIB
"Ada gelombang sinyal serupa yang menunjukkan bahwa raksasa teknologi China tetap berada di radar pihak berwenang. Draf pedoman anti-monopoli dan tinjauan antitrust hanyalah dua dari sinyal itu," kata Kepala Penelitian Makro dan Strategi di China Renaissance Securities Hong Kong Bruce Pang seperti dilansir Bloomberg, Minggu (3/1/2021).
Awal masalah Jack Ma dimulai ketika dia bersiap untuk debut perusahaan pembayaran Ant Group Co di lantai bursa. Kala itu, regulator China menarik rencana penawaran saham perdana atau IPO yang diprediksi jadi IPO perdana terbesar di dunia hanya dua hari sebelum jadwal debutnya pada November dimulai.
Penghentian IPO Ant senilai USD35 miliar pun gagal. Ini adalah salah satu tanda pertama tindakan keras China terhadap industri yang mendapatkan pengaruh atas kehidupan sehari-hari ratusan juta orang.
(baca juga: China Menolak Dicap Sebagai Negara Asal COVID-19 )
Setelah itu, otoritas negara memberlakukan pembatasan tambahan pada sektor pinjaman konsumen, mengusulkan aturan baru untuk mengekang dominasi raksasa internet, dan mendenda Alibaba dan unit Tencent atas akuisisi dari tahun lalu. Pengawasan ketat pemerintah terhadap merger dan akuisisi dapat menambah ketidakpastian pada pertumbuhan raksasa internet itu.
Awal masalah Jack Ma dimulai ketika dia bersiap untuk debut perusahaan pembayaran Ant Group Co di lantai bursa. Kala itu, regulator China menarik rencana penawaran saham perdana atau IPO yang diprediksi jadi IPO perdana terbesar di dunia hanya dua hari sebelum jadwal debutnya pada November dimulai.
Penghentian IPO Ant senilai USD35 miliar pun gagal. Ini adalah salah satu tanda pertama tindakan keras China terhadap industri yang mendapatkan pengaruh atas kehidupan sehari-hari ratusan juta orang.
(baca juga: China Menolak Dicap Sebagai Negara Asal COVID-19 )
Setelah itu, otoritas negara memberlakukan pembatasan tambahan pada sektor pinjaman konsumen, mengusulkan aturan baru untuk mengekang dominasi raksasa internet, dan mendenda Alibaba dan unit Tencent atas akuisisi dari tahun lalu. Pengawasan ketat pemerintah terhadap merger dan akuisisi dapat menambah ketidakpastian pada pertumbuhan raksasa internet itu.
(ind)
Lihat Juga :