Pemulihan Ekonomi Nasional Tergantung Penanganan Covid-19
Jum'at, 17 April 2020 - 07:55 WIB
“Asumsinya pertama, Covid-19 ini selesai pada bulan Mei. Kedua, kita juga berharap partner ekonomi kita yang dalam 2-3 tahun terakhir ini sangat dekat, yakni China juga pulih. China kan sudah mulai bergerak positif ekonominya sehingga pemulihan dari segi sisi ekonomi mungkin bisa lebih cepat. Karena ekspor dan impor kita dengan China lumayan cukup besar. Jadi, kebijakan pemerintah untuk menangani Covid ini akan sangat menentukan langkah-langkah berikutnya,” kata Chandra di Jakarta, kemarin.
Lebih lanjut Chandra menjelaskan, dengan pertambahan jumlah korban positif Covid-19 ditambah korban yang meninggal dunia juga terus mengalami kenaikan. Ditambah lagi eskalasi sebaran penduduk dari Jakarta ke daerah yang melakukan mudik agar bisa menjalankan ibadah puasa dan Lebaran di kampung halamannya, pencegahan penularan dan wabah Covid-19 baru akan selesai pada bulan Mei cukup berat. Kecuali pemerintah daerah (pemda) melakukan gerakan yang sama dengan pemerintah pusat.
“Jadi (harusnya) ada masif tes, orang dites semuanya, atau minimal per hari orang di masing-masing daerah ada tes semacam itu. Kalau itu dilakukan, saya yakin pertumbuhan kita sekitar 2,3-2,4 masih bisa,” papar Chandra. (Heru Febrianto)
Lebih lanjut Chandra menjelaskan, dengan pertambahan jumlah korban positif Covid-19 ditambah korban yang meninggal dunia juga terus mengalami kenaikan. Ditambah lagi eskalasi sebaran penduduk dari Jakarta ke daerah yang melakukan mudik agar bisa menjalankan ibadah puasa dan Lebaran di kampung halamannya, pencegahan penularan dan wabah Covid-19 baru akan selesai pada bulan Mei cukup berat. Kecuali pemerintah daerah (pemda) melakukan gerakan yang sama dengan pemerintah pusat.
“Jadi (harusnya) ada masif tes, orang dites semuanya, atau minimal per hari orang di masing-masing daerah ada tes semacam itu. Kalau itu dilakukan, saya yakin pertumbuhan kita sekitar 2,3-2,4 masih bisa,” papar Chandra. (Heru Febrianto)
(ysw)
Lihat Juga :