Mendes PDTT: 1,8 Juta Hektare Lahan Siap jadi Area Pertanian
Kamis, 14 Mei 2020 - 22:13 WIB
Dia mengatakan program intensifikasi lahan ini sebagai upaya untuk memastikan ketahanan pangan nasional pasca pandemi Covid-19. Pasalnya, program dilaksanakan oleh pemerintah dan swasta, disamping swadaya transmigran sendiri.
"Krisis pangan akan terjadi sesuai prediksi FAO. Di Indonesia pasti akan terjadi karena covid-19, kita harus berupaya berdikari makanya sektor pertanian digenjot," katanya.
Sambung dia menambahkan, intensifikasi ini ditargetkan akan dimulai bulan Mei-Juni mendatang. Jika biasanya produksi padi di lahan tersebut hanya berkisar 3-3,5 juta ton per tahun, dengan adanya intensifikasi ini diharapkan bisa memproduksi sekitar 5-6 juta ton per tahun.
"Kita berharap setahun itu bisa menghasilkan paling tidak 5-6 juta ton padi," pungkasnya.
"Krisis pangan akan terjadi sesuai prediksi FAO. Di Indonesia pasti akan terjadi karena covid-19, kita harus berupaya berdikari makanya sektor pertanian digenjot," katanya.
Sambung dia menambahkan, intensifikasi ini ditargetkan akan dimulai bulan Mei-Juni mendatang. Jika biasanya produksi padi di lahan tersebut hanya berkisar 3-3,5 juta ton per tahun, dengan adanya intensifikasi ini diharapkan bisa memproduksi sekitar 5-6 juta ton per tahun.
"Kita berharap setahun itu bisa menghasilkan paling tidak 5-6 juta ton padi," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :