Sri Mulyani Tarik Utang Rp1.226,8 Triliun Sepanjang 2020
Kamis, 07 Januari 2021 - 03:00 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Kementerian Keuangan mencatat realisasi pembiayaan utang selama 2020 mencapai Rp1.226,8 triliun. Utang tersebut naik lebih dari tiga kali lipatnya atau 180,4 % dari realisasi tahun 2019 yang hanya Rp437,5 triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, utang baru itu juga jauh lebih besar dari target dalam APBN 2020 yang sebesar Rp351,9 triliun. Namun utang itu sesuai dengan Perpres 72 Tahun 2020 yang sebesar Rp1.220,5 triliun. ( Baca juga:Duh, Dana Pemda yang Mengendap di Bank Masih Segede Gaban )
"Untuk pembiayaan utang mencapai Rp1.226,8 triliun, ini mencapai 100,5% dari target sesuai Perpres 72/2020," ujar Sri Mulyani dalam APBN KiTa, Rabu (6/1).
Jika dirinci, pembiayaan utang itu didapatkan dari surat berharga negara (SBN) sebesar Rp1.177,2 triliun atau naik 163% dari tahun sebelumnya. Sementara pinjaman hanya Rp49,7 triliun atau minus 667% dari periode 2019.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, utang baru itu juga jauh lebih besar dari target dalam APBN 2020 yang sebesar Rp351,9 triliun. Namun utang itu sesuai dengan Perpres 72 Tahun 2020 yang sebesar Rp1.220,5 triliun. ( Baca juga:Duh, Dana Pemda yang Mengendap di Bank Masih Segede Gaban )
"Untuk pembiayaan utang mencapai Rp1.226,8 triliun, ini mencapai 100,5% dari target sesuai Perpres 72/2020," ujar Sri Mulyani dalam APBN KiTa, Rabu (6/1).
Jika dirinci, pembiayaan utang itu didapatkan dari surat berharga negara (SBN) sebesar Rp1.177,2 triliun atau naik 163% dari tahun sebelumnya. Sementara pinjaman hanya Rp49,7 triliun atau minus 667% dari periode 2019.
Lihat Juga :