Realisasi Kapasitas Pembangkit Listrik EBT Hingga Tahun 2020 Capai 10.467 MW
Kamis, 07 Januari 2021 - 15:56 WIB
Arifin melanjutkan, arah kebijakan energi ke depan adalah memanfaatkan sumber daya energi yang terdapat di dalam negeri. Hal ini dilakukan agar dapat mencapai target pemenuhan bauran EBT pada bauran energi nasional sebesar 23% di tahun 2025.
"Ke depannya, kita harus memanfaatkan sumber-sumber energi di dalam negeri dan tentu saja kita melihat kecenderungan energi yang dihasilkan tenaga surya makin lama semakin kompetitif," ungkapnya.
(baca juga: Investasi Sektor ESDM di 2021 Ditargetkan Capai Rp50,96 Triliun )
Menurut dia, beberapa negara sudah mengklaim bahwa biaya listrik yang dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bisa lebih murah dan kompetitif. Biaya energi ini pun menjadi penting bagi industri. Semakin rendah biaya energinya maka produk industri yang dihasilkan bisa lebih kompetitif.
"Energi penting untuk industri. Kalau produk industri bisa kompetitif maka investasi juga akan berkembang dan penyerapan tenaga kerja akan lebih besar," tuturnya.
"Ke depannya, kita harus memanfaatkan sumber-sumber energi di dalam negeri dan tentu saja kita melihat kecenderungan energi yang dihasilkan tenaga surya makin lama semakin kompetitif," ungkapnya.
(baca juga: Investasi Sektor ESDM di 2021 Ditargetkan Capai Rp50,96 Triliun )
Menurut dia, beberapa negara sudah mengklaim bahwa biaya listrik yang dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bisa lebih murah dan kompetitif. Biaya energi ini pun menjadi penting bagi industri. Semakin rendah biaya energinya maka produk industri yang dihasilkan bisa lebih kompetitif.
"Energi penting untuk industri. Kalau produk industri bisa kompetitif maka investasi juga akan berkembang dan penyerapan tenaga kerja akan lebih besar," tuturnya.
(ind)
Lihat Juga :