Marcomm Megashifts
Sabtu, 09 Januari 2021 - 08:00 WIB
“STORYcreates a cohesive narration encompasses the facts and feelings about the brand. It inspire an emotional reaction.”
Di dalamempathic society,brand storymenjadi kian penting. Komunikasi pemasaran tak bisa lagi mengandalkan pesan datar yang menonjolkan keunggulan produk. Tapi harus mulai bergeser ke arah cerita yang menggambarkan kenyataan dan suasana emosional dari brand.
Cerita memiliki kekuatan luar biasa untuk menggerakkan hati konsumen. Inilah dasar munculnyaemotional connectionantara konsumen dengan brand.
Baca Juga : Ada 3.692 Pengaduan Konsumen Selama Pandemi 2020, Jasa Keuangan Mendominasi
From TOUCHPOINT to JOURNEY
“Treat customer engagements as aJOURNEY. It gives you a holistic view of end-to-end experience.”
Untuk menyampaikanbrand storyke konsumen, marketer harus memahami consumer journeyselama mereka berinteraksi dengan brand. Dengan menyikapi interaksi dengan konsumen sebagai sebuahjourney, maka marketer akan mampu melihat interaksi tersebut sebagai sebuah pengalaman holistik dari ujung ke ujung (end-to-end experience).
Walaupun penyampaian pesan dilakukan di setiap touchpoint namun pesan tersebut tetap mengacu kepada pengalaman holistik konsumen. Dengan begitu pesan yang tersampaikan akan memiliki koneksi yang kuat, relevansi tinggi, dan lebih komprehensif.
From MULTI to OMNI
“OMNI-CHANNELapproach will give you a seamless, unified, and consistent customer interactions.“
Pendekatanconsumerjourney, menuntut marketer melihat setiap titik persentuhan interaksi (touchpoint) sebagai entitas yang terpisah dan terlepas satu sama lain, tapi sebagai satu kesatuanjourney. Paradigma baru komunikasi ini akan menghasilkan penyampaian pesan (story) yang satu kesatuan, relevan, dan konsisten.
Di dalamempathic society,brand storymenjadi kian penting. Komunikasi pemasaran tak bisa lagi mengandalkan pesan datar yang menonjolkan keunggulan produk. Tapi harus mulai bergeser ke arah cerita yang menggambarkan kenyataan dan suasana emosional dari brand.
Cerita memiliki kekuatan luar biasa untuk menggerakkan hati konsumen. Inilah dasar munculnyaemotional connectionantara konsumen dengan brand.
Baca Juga : Ada 3.692 Pengaduan Konsumen Selama Pandemi 2020, Jasa Keuangan Mendominasi
From TOUCHPOINT to JOURNEY
“Treat customer engagements as aJOURNEY. It gives you a holistic view of end-to-end experience.”
Untuk menyampaikanbrand storyke konsumen, marketer harus memahami consumer journeyselama mereka berinteraksi dengan brand. Dengan menyikapi interaksi dengan konsumen sebagai sebuahjourney, maka marketer akan mampu melihat interaksi tersebut sebagai sebuah pengalaman holistik dari ujung ke ujung (end-to-end experience).
Walaupun penyampaian pesan dilakukan di setiap touchpoint namun pesan tersebut tetap mengacu kepada pengalaman holistik konsumen. Dengan begitu pesan yang tersampaikan akan memiliki koneksi yang kuat, relevansi tinggi, dan lebih komprehensif.
From MULTI to OMNI
“OMNI-CHANNELapproach will give you a seamless, unified, and consistent customer interactions.“
Pendekatanconsumerjourney, menuntut marketer melihat setiap titik persentuhan interaksi (touchpoint) sebagai entitas yang terpisah dan terlepas satu sama lain, tapi sebagai satu kesatuanjourney. Paradigma baru komunikasi ini akan menghasilkan penyampaian pesan (story) yang satu kesatuan, relevan, dan konsisten.
(her)
Lihat Juga :