Ingat! Artis Bukan Analis, Jual-Beli Saham Tanya Dulu Ahlinya...
Minggu, 10 Januari 2021 - 19:00 WIB
Perencana Keuangan Andi Nughroho menyarankan agar investor tetap merujuk kepada analis yang telah berlisensi untuk transaksi saham. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Investor diminta berhati-hati dan tidak terpengaruh pada artis , influencer, selebritas, ataupun tokoh publik yang meng-endorse saham tertentu. Sebagai informasi, belakangan ini, ramai tokoh publik yang "menjagokan" saham tertentu lewat media sosialnya.
Perencana Keuangan Andi Nughroho mengatakan, dari sisi regulasi, yang berhak memberikan rekomendasi atas suatu saham hanya mereka yang sudah memiliki lisensi untuk aktivitas tersebut. Karena itu, kata Andi, ketika para selebriti dan influencer "berbicara" mengenai saham yang mereka miliki, sepanjang tidak menyarankan "beli" atau "jual" maka belum melanggar regulasi.
(Baca Juga: Tahun Baru, Simak Jurus Strategi Investasi 2021 & Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas!)
"Namun karena mereka adalah para influencer yang rata-rata memiliki pengikut sangat banyak, maka terkadang apa yang mereka sampaikan atau lakukan lantas ditiru atau diikuti oleh para pengikutnya hanya berdasarkan ikatan emosi tanpa berpikir lebih jauh," ujar Andi saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Minggu (10/1/2021).
Perencana Keuangan Andi Nughroho mengatakan, dari sisi regulasi, yang berhak memberikan rekomendasi atas suatu saham hanya mereka yang sudah memiliki lisensi untuk aktivitas tersebut. Karena itu, kata Andi, ketika para selebriti dan influencer "berbicara" mengenai saham yang mereka miliki, sepanjang tidak menyarankan "beli" atau "jual" maka belum melanggar regulasi.
(Baca Juga: Tahun Baru, Simak Jurus Strategi Investasi 2021 & Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas!)
"Namun karena mereka adalah para influencer yang rata-rata memiliki pengikut sangat banyak, maka terkadang apa yang mereka sampaikan atau lakukan lantas ditiru atau diikuti oleh para pengikutnya hanya berdasarkan ikatan emosi tanpa berpikir lebih jauh," ujar Andi saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Minggu (10/1/2021).
Lihat Juga :