Ingat! Artis Bukan Analis, Jual-Beli Saham Tanya Dulu Ahlinya...
Minggu, 10 Januari 2021 - 19:00 WIB
Ketika para influencer ini menyebutkan bahwa mereka memiliki sesuatu saham dan menurut mereka saham tersebut bagus dan terbukti memberikan keuntungan bagi mereka karena harganya yang naik terus, maka pengikutnya mungkin saja meniru para influencer tersebut tanpa berpikir. Padahal, bisa saja "rekomendasi" para influencer itu membuat investor rugi.
"Mereka berpikir, 'idola saya saja percaya dan beli saham tersebut, kenapa saya tidak?' Efeknya adalah ketika para followers ini melakukan hal yang sama tanpa melakukan analisa baik fundamental maupun teknikal, maka ada kemungkinan mereka justru merugi," tuturnya.
(Baca Juga: Cari Rekomendasi Saham? Pantengin YouTube Live MNC Sekuritas Tiap Pagi)
Karena, kata Andi, bisa saja ketika seleb yang membeli saham tersebut harganya tengah murah dan kemudian mendapat untung setelah harga saham itu naik terus berhari-hari. Sementara, ketika para followers-nya membeli, sentimen beli sudah mulai berkurang dan yang ada malah justru tren harganya turun. Namun mereka enggak sadar karena memang hanya ikut-ikutanan si influencer," bebernya.
Maka, kata Andi, bagi para influencer tidak masalah bila mereka hendak menceritakan saham yang mereka miliki sepanjang tidak melanggar regulasi. Namun, kata dia, sebaiknya para influencer itu juga mengingatkan pengikutnya bahwa apa yang mereka sampaikan bukanlah sebuah rekomendasi. "Bila mereka hendak membeli atau menjual saham, selalu lakukan analisa terlebih dahulu," tandasnya.
"Mereka berpikir, 'idola saya saja percaya dan beli saham tersebut, kenapa saya tidak?' Efeknya adalah ketika para followers ini melakukan hal yang sama tanpa melakukan analisa baik fundamental maupun teknikal, maka ada kemungkinan mereka justru merugi," tuturnya.
(Baca Juga: Cari Rekomendasi Saham? Pantengin YouTube Live MNC Sekuritas Tiap Pagi)
Karena, kata Andi, bisa saja ketika seleb yang membeli saham tersebut harganya tengah murah dan kemudian mendapat untung setelah harga saham itu naik terus berhari-hari. Sementara, ketika para followers-nya membeli, sentimen beli sudah mulai berkurang dan yang ada malah justru tren harganya turun. Namun mereka enggak sadar karena memang hanya ikut-ikutanan si influencer," bebernya.
Maka, kata Andi, bagi para influencer tidak masalah bila mereka hendak menceritakan saham yang mereka miliki sepanjang tidak melanggar regulasi. Namun, kata dia, sebaiknya para influencer itu juga mengingatkan pengikutnya bahwa apa yang mereka sampaikan bukanlah sebuah rekomendasi. "Bila mereka hendak membeli atau menjual saham, selalu lakukan analisa terlebih dahulu," tandasnya.
(fai)
Lihat Juga :