PPKM Dimulai, Pengusaha Hotel dan Restoran Mengaku Sangat Khawatir
Senin, 11 Januari 2021 - 13:04 WIB
Para pengusaha hotelo dan restoran mengaku khawatir dengan diterapkannya PPKM karena mengurangi interaksi dan pergerakan orang. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Pemerintah memberlakukan kebijakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali yang berlaku mulai hari ini. PPKM/PSBB ini membatasi sejumlah kegiatan, dari bekerja, beribadah, bersekolah, hingga wisata.
Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan sektor usaha seperti hotel dan restoran sangat membutuhkan interaksi dan pergerakan orang. Sementara adanya pemberlakukan PSBB atau PPKM ini sangat membatasi kegiatan orang orang.
(Baca Juga: PPKM Berlaku Hari Ini, Stasiun Gambir Masih Sepi Penumpang)
Menurut dia, PPKM ini merupakan situasi yang sangat mengkhawatirkan apalagi dari sisi hotel-restoran. "Ini kondisi beda pada saat 7 bulan lalu yang mungkin pelaku usaha masih punya kekuatan dan bertahan," kata Maulana secara virtual di Jakarta, Senin (11/1/2021).
Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan sektor usaha seperti hotel dan restoran sangat membutuhkan interaksi dan pergerakan orang. Sementara adanya pemberlakukan PSBB atau PPKM ini sangat membatasi kegiatan orang orang.
(Baca Juga: PPKM Berlaku Hari Ini, Stasiun Gambir Masih Sepi Penumpang)
Menurut dia, PPKM ini merupakan situasi yang sangat mengkhawatirkan apalagi dari sisi hotel-restoran. "Ini kondisi beda pada saat 7 bulan lalu yang mungkin pelaku usaha masih punya kekuatan dan bertahan," kata Maulana secara virtual di Jakarta, Senin (11/1/2021).
Lihat Juga :