IHSG Tembus Rekor, Investor Asing Borong Saham Rp2,5 Triliun
Senin, 11 Januari 2021 - 20:01 WIB
Baca Juga : IHSG Diramal Bakal Betah di Level 6.300
Menurut Argha, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali mulai 11 Januari hingga 25 Januari 2021 tidak berpengaruh terhadap IHSG.
“Jadi ini gabungan sentimen yang membuat IHSG memecahkan rekor tertingginya dibandingkan 2020 lalu. Tentu kita sambut positif di bursa saham,” ungkapnya.
Adapun sektor pendorong pada IHSG hari ini berasal dari sektor keuangan naik 3,86%, sektor perdagangan naik 2,38%, sektor barang-barang konsumsi naik 2,23%.
Argha menambahkan, pertumbuhan IHSG telah mencetak level tertinggi sejak 2020, bahkan indeks kembali ke level sebelum masa pandemi Covid-19 yaitu pada tahun 2019 silam. Penjualan saham kepada asing diprediksi akan meningkatkan kinerja IHSG.
“Pada dasarnya kalau asing masuk Rp2,5 triliun, di bulan apapun IHSG akan naik seperti sekarang. Jadi menurut saya tidak usah digabungkan dengan fenomena January Effect," tandasnya. (oktiani endarwati/hafid fuad)
Menurut Argha, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali mulai 11 Januari hingga 25 Januari 2021 tidak berpengaruh terhadap IHSG.
“Jadi ini gabungan sentimen yang membuat IHSG memecahkan rekor tertingginya dibandingkan 2020 lalu. Tentu kita sambut positif di bursa saham,” ungkapnya.
Adapun sektor pendorong pada IHSG hari ini berasal dari sektor keuangan naik 3,86%, sektor perdagangan naik 2,38%, sektor barang-barang konsumsi naik 2,23%.
Argha menambahkan, pertumbuhan IHSG telah mencetak level tertinggi sejak 2020, bahkan indeks kembali ke level sebelum masa pandemi Covid-19 yaitu pada tahun 2019 silam. Penjualan saham kepada asing diprediksi akan meningkatkan kinerja IHSG.
“Pada dasarnya kalau asing masuk Rp2,5 triliun, di bulan apapun IHSG akan naik seperti sekarang. Jadi menurut saya tidak usah digabungkan dengan fenomena January Effect," tandasnya. (oktiani endarwati/hafid fuad)
(her)
Lihat Juga :