Ketahanan Vaksin Sinovac Belum Bisa Dipastikan, RI Harus Kebut Vaksin Merah Putih

Kamis, 14 Januari 2021 - 13:25 WIB
Pekerja berada di fasilitas produksi vaksin Covid-19 di kantor Bio Farma. Foto/Dok Antara
JAKARTA - Indonesia telah melakukan vaksinasi tahap pertama dengan menggunakan vaksin Covid-19 hasil produksi Sinovac, China. Namun, pemerintah belum bisa memastikan ketahanan stok vaksin Covid-19 yang diperoleh dari hasil kerja sama multilateral itu.

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir mengatakan, Indonesia perlu mengembangkan vaksin Merah Putih secara cepat untuk menghindari ketergantungan bahan baku vaksin dan vaksin jadi buatan perusahaan global. Hal itu sekaligus merealisasikan harapan kemandirian di sektor kesehatan dalam negeri.



"Jadi seperti yang diinformasikan kemarin kita juga belum tahu vaksin ini akan bertahan berapa lama, sehingga kita membutuhkan ketahanan dalam negeri agar kita tidak bergantung lagi ke barang-barang (kesehatan) impor," ujar Honesti dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR, Kamis (14/1/2021).

(Baca juga: Bio Farma Produksi Vaksin Merah Putih di Kuartal III-2021 )

Dia bilang, pengalaman ketergantungan Indonesia kepada negara lain di sektor farmasi saat pandemi Covid-19, membuat pemerintah mengalami kesulitan melakukan supply kepada masyarakat

"Pengalaman kita selama pandemi ini kebergantungan yang sangat tinggi itu juga membuat kita susah untuk mendapatkan supply. Dengan demikian adanya vaksin merah putih ini kami optimis, harapan dari pemerintah bahwa adanya kemandirian kesehatan Indonesia ini bisa kita perbaiki ke depannya," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!