Neraca Perdagangan Tahun 2020 Diprediksi Surplus USD22,25 Miliar

Jum'at, 15 Januari 2021 - 08:52 WIB
Ilustrasi Suasana Pengangkutan Barang di Pelabuhan. Foto/Dok SINDOphoto/Yorri Farli
JAKARTA - Neraca perdagangan bulan Desember 2020 diperkirakan mengalami surplus USD2,58 miliar, sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat surplus USD2,61 miliar.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, penurunan surplus perdagangan dipengaruhi oleh perbaikan kinerja impor yang diperkirakan tercatat sebesar minus 13,08% (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan kinerja impor di bulan November sebesar minus 17,46%.



"Peningkatan impor tidak lepas dari kenaikan aktivitas manufaktur Indonesia, diindikasikan oleh kenaikan PMI Manufacturing menjadi 51,3 dari sebelumnya 50,6," kata Josua saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Jumat (15/1/2021).

(Baca juga: Impor Bahan Pangan Butuh Solusi Serius )

Kenaikan impor juga ditopang oleh kenaikan harga minyak global, di mana harga minyak global naik sebesar 8,85% (month of month/mtm). Di sisi lain, ekspor Indonesia diperkirakan masih akan meningkat, dan bertumbuh sebesar 5,26% yoy, melambat dibanding pertumbuhan November sebesar 9,54% yoy.

"Peningkatan ekspor ditopang oleh kenaikan harga komoditas global, seperti batu bara dan CPO, yang masing-masing bertumbuh 14,51%mtm dan 8,78% mtm," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!