Pemerintah Targetkan 4 Smelter Beroperasi Tahun Ini
Jum'at, 15 Januari 2021 - 20:03 WIB
Ridwan melanjutkan, pembangunan sejumlah smelter sedikit bergeser dari rencana semula akibat pandemi Covid-19. Namun badan usaha tetap menyesuaikan rencana kerja mereka sehingga target akhir masih sama yakni semua harus terbangun dan beroperasi pada tahun 2023.
Pemerintah terus berupaya agar pembangunan smelter sesuai amanat Undang-Undang (UU) Minerba. "Nilai investasi di tahun 2021 akan tercapai USD2,2 miliar. Kemudian meningkatkan USD4,9 miliar pada 2022," ungkapnya.
Baca Juga: Investasi Sektor ESDM Terburuk dalam 10 Tahun Terakhir Jadi Sorotan
Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Yunus Saefulhak mengatakan, empat smelter yang akan beroperasi tahun ini terdiri dari 3 perusahaan smelter yang bergerak di bidang nikel dan 1 smelter menggarap timbal.
"Ada milik PT Antam Tbk di Tanjung Buli, PT SNI di Cilegon, PT Cahaya Modern Metal Industri di Cikande yang menggarap nikel. Kemudian 1 smelter milik PT Kapuas Prima Coal," tuturnya.
Pemerintah terus berupaya agar pembangunan smelter sesuai amanat Undang-Undang (UU) Minerba. "Nilai investasi di tahun 2021 akan tercapai USD2,2 miliar. Kemudian meningkatkan USD4,9 miliar pada 2022," ungkapnya.
Baca Juga: Investasi Sektor ESDM Terburuk dalam 10 Tahun Terakhir Jadi Sorotan
Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Yunus Saefulhak mengatakan, empat smelter yang akan beroperasi tahun ini terdiri dari 3 perusahaan smelter yang bergerak di bidang nikel dan 1 smelter menggarap timbal.
"Ada milik PT Antam Tbk di Tanjung Buli, PT SNI di Cilegon, PT Cahaya Modern Metal Industri di Cikande yang menggarap nikel. Kemudian 1 smelter milik PT Kapuas Prima Coal," tuturnya.
(fai)
Lihat Juga :