Bank Syariah Indonesia Didorong Jadi BUKU IV

Senin, 18 Januari 2021 - 07:30 WIB
Menurut Wimboh, langkah konsolidasi ini juga perlu diikuti oleh pelaku industri keuangan syariah lainnya. Serta peningkatan nilai tambah dan daya saing produk keuangan syariah juga menjadi perhatian. OJK berharap Industri keuangan syariah diharapkan dapat berperan optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. “Hal ini akan kami wujudkan dengan melakukan integrasi sektor jasa keuangan dalam pengembangan industri halal dan ekosistem ekonomi syariah," bebernya.

Pengamat ekonomi Piter Abdullah mengatakan, dalam dua tahun kedepan Bank Syariah Indonesia diharapkan bisa masuk dalam kelompok BUKU IV. "Dengan asset yang besar bank syariah hasil merger nantinya punya kapasitas daya saing yan tinggi," kata dia saat dihubungi kemarin.

Menurut dia, dengan besarnya aset tersebut akan sangat membantu pertumbuhan share perbankan syariah yang saat ini masih rendah. Bahkan harapan jauh lebih besar lagi yakni bisa menarik institusi pengelola dana islam global untuk masuk ke indonesia menanamkan dananya.

Piter menuturkan, ini merupakan peluang yang semakin besar, seiring rencana pemerintah mendirikan lembaga pengelola investasi atau Indonesia Investasi authority sebagai sovergin wealth fund (SWF) Indonesia. Lembaga pengelola Investasi Indonesia bersama bank syariah hasil merger ini bisa menerbitkan Sukuk global dengan dukungan proyek proyek infrastructur pemerintah. "Ini akan sangat menarik bagi investor global yang berorientasi kepada instrument syariah," ujar dia.

Jadi keberadaan bank syariah hasil merger, Piter bilang, akan bisa mendorong tumbuhnya ekonomi syariah sekaligus juga membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Meskipun memang banyak hal yang perlu dipersiapkan untuk mendukung realisasi hal tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!