Kembangkan Industri Syariah, BSI Harus Bisa Tarik Dana dari Timteng

Selasa, 19 Januari 2021 - 15:59 WIB
Baca juga: Bismillah, OJK Targetkan Indonesia Punya Bank Digital Khusus Syariah

Hal tersebut terlihat dari market share yang tumbuh dengan baik, share aset syariah sebesar 65.2% untuk bank umum syariah (BUS), lalu 32,35% untuk unit usaha syariah (UUS).

Peneliti senior Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah UI Banjaran Surya Indrastomo menambahkan, perbankan syariah bisa menjadi pusat pertumbuhan dengan berbagai inisiatif yang sudah ada. Perbankan syariah juga diharap turut mempromosikan research & development di bidang keuangan melalui investasi ke lembaga riset.

“Selama ini OJK dan BI sudah sangat luar biasa untuk mendorong R&D, mungkin Bank Syariah Indonesia bolehlah memiliki lembaga penelitian independen sendiri atau memberi dukungan terhadap R&D," papar dia. ( Baca juga:Mengenal Terapi Plasma Darah untuk Pasien Covid-19 )

Lalu, tugas besar Bank Syariah Indonesia untuk bisa menarik likuiditas yang besar dari Timur Tengah dengan aksi korporasi seperti pembukaan cabang/representative office atau menjadi salah satu backbone untuk mendukung sukuk insurance sampai Dubai sehingga dana yang abandon di sana mampu mendorong perekonomian Indonesia.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!