Pedagang Daging Ngaku Rugi Rp200 Juta dalam Dua Bulan
Rabu, 20 Januari 2021 - 11:57 WIB
"Komoditas daging dengan sayuran beda, kalo sayuran naik pasti dua hari sudah turun. Sementara harga daging kalo mau naik harus ada momennya, seperti hari raya," terangnya.
Sebelumnya, Ketua Harian DPP APDI Asnawi mengatakan pihaknya telah melakukan rapat koordinasi bersama Direktorat Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan menyikapi soal stabilitas harga daging sapi. Ia mengatakan, faktor penyebab tingginya harga daging karena pihak importir sapi mendapatkan harga yang sudah sangat tinggi dari negara produsen, seperti Australia. ( Baca juga:Pelantikan Biden Digadang-gadang Bawa Perbaikan Ekonomi Global )
"Per Juli 2020 sudah pada posisi USD3,6 per 1 kg bobot hidup sapi bakalan, dan harga per bulan Januari-Februari 2021 sudah masuk pada posisi USD3 per 1 kg bobot hidup sapi bakalan. Belum biaya-biaya bongkar muat pelabuhan dan transportasi angkutan," kata Asnawi.
Sebelumnya, Ketua Harian DPP APDI Asnawi mengatakan pihaknya telah melakukan rapat koordinasi bersama Direktorat Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan menyikapi soal stabilitas harga daging sapi. Ia mengatakan, faktor penyebab tingginya harga daging karena pihak importir sapi mendapatkan harga yang sudah sangat tinggi dari negara produsen, seperti Australia. ( Baca juga:Pelantikan Biden Digadang-gadang Bawa Perbaikan Ekonomi Global )
"Per Juli 2020 sudah pada posisi USD3,6 per 1 kg bobot hidup sapi bakalan, dan harga per bulan Januari-Februari 2021 sudah masuk pada posisi USD3 per 1 kg bobot hidup sapi bakalan. Belum biaya-biaya bongkar muat pelabuhan dan transportasi angkutan," kata Asnawi.
(uka)
Lihat Juga :