Tiga Jurus Pendongkrak Ekonomi di Saat Pandemi
Minggu, 24 Januari 2021 - 09:10 WIB
Kedua, pemulihan ekonomi tergantung dari ketahanan pangan atau sektor pertanian. Menurut Bhima, justru hal ini yang jarang diperhatikan, padahal sektor pertanian pertumbuhanya meski sedikit menurun namun masih positif.
Baca juga : Alat Perangnya Diborong UEA, AS Raup Rp324 Triliun
"Sementara sektor lain mengalami kontraksi sampai negatif. Kita lihat deh sekarang ada kenaikan harga kedelai dan daging sapi, juga cabai," katanya.
Bhima menuturkan, persoalan seperti ini juga seharusnya diurus pemerintah untuk mengendalikan tingkat infasi yang tidak terlalu tinggi, sebab inflasi yang tinggi bisa menjadi hambatan utama dalam pemulihan daya beli. ( Baca juga:Uskup Agung Yunani Menghina Islam, Bilang Islam Bukan Agama )
Ketiga, efektifitas dari belanja. "Jadi di sini setiap utang yang diambil pemerintah seharusnya bisa mendorong sektor ekonomi, kususnya belanja kesehatan, perlindungan sosial dan yang lebih besar insentif usaha UMKM," imbuhnya.
Baca juga : Alat Perangnya Diborong UEA, AS Raup Rp324 Triliun
"Sementara sektor lain mengalami kontraksi sampai negatif. Kita lihat deh sekarang ada kenaikan harga kedelai dan daging sapi, juga cabai," katanya.
Bhima menuturkan, persoalan seperti ini juga seharusnya diurus pemerintah untuk mengendalikan tingkat infasi yang tidak terlalu tinggi, sebab inflasi yang tinggi bisa menjadi hambatan utama dalam pemulihan daya beli. ( Baca juga:Uskup Agung Yunani Menghina Islam, Bilang Islam Bukan Agama )
Ketiga, efektifitas dari belanja. "Jadi di sini setiap utang yang diambil pemerintah seharusnya bisa mendorong sektor ekonomi, kususnya belanja kesehatan, perlindungan sosial dan yang lebih besar insentif usaha UMKM," imbuhnya.
(uka)
Lihat Juga :