Tiga Jurus Pendongkrak Ekonomi di Saat Pandemi

Minggu, 24 Januari 2021 - 09:10 WIB
loading...
Tiga Jurus Pendongkrak...
foto/ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pengamat Ekonomi Bhima Yudhistira mengatakan, faktor pemulihan ekonomi sekarang tergantung dari penurunan kasus harian Covid-19. Nah Sayangnya, meskipun ada PPKM , kasus harian Corona masih sangat tinggi, 12 ribuan.

Baca juga : Rezeki-rezeki yang Sering Dilupakan dan Diabaikan

"Jadi ya percuma juga mau ada vaksin juga karena masyarakat masih takut melakukan mobilitas apalagi belanja. Kelas menengah juga masih menahan belanja dalam jangka waktu yag tidak tahu sampai kapan," katanya saat dihubungi di Jakarta. ( Baca juga:Bos OJK Yakin Keuangan Syariah Bisa Pulihkan Ekonomi Nasional )

Jadi faktor untuk mendorong pemulihan ekonomi yang pertama menurut Bhima adalah berasal dari ekspor. Ketika terjadi pemulihan ekonomi di AS atau di bawah kepemiminan Joe Biden, maka seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mendorong kinerja ekspor beberapa produk seperti pakaian jadi dan alas kaki.

Baca juga : Berebut Ceruk Vaksin, Ini 10 Perusahaan yang Kuasai Pasar Dunia

"Dan ini harus diberikan insentif. Penetrasi ke pasar ekspor harus lebih besar karena ada beberapa negara yang sudah melakukan pelonggaran. Ada juga beberapa negera yang mengetat lagi. Jadi harus pilih-pilih pasar ekspor yang potensial," jelas dia.

Kedua, pemulihan ekonomi tergantung dari ketahanan pangan atau sektor pertanian. Menurut Bhima, justru hal ini yang jarang diperhatikan, padahal sektor pertanian pertumbuhanya meski sedikit menurun namun masih positif.

Baca juga : Alat Perangnya Diborong UEA, AS Raup Rp324 Triliun

"Sementara sektor lain mengalami kontraksi sampai negatif. Kita lihat deh sekarang ada kenaikan harga kedelai dan daging sapi, juga cabai," katanya.

Bhima menuturkan, persoalan seperti ini juga seharusnya diurus pemerintah untuk mengendalikan tingkat infasi yang tidak terlalu tinggi, sebab inflasi yang tinggi bisa menjadi hambatan utama dalam pemulihan daya beli. ( Baca juga:Uskup Agung Yunani Menghina Islam, Bilang Islam Bukan Agama )

Ketiga, efektifitas dari belanja. "Jadi di sini setiap utang yang diambil pemerintah seharusnya bisa mendorong sektor ekonomi, kususnya belanja kesehatan, perlindungan sosial dan yang lebih besar insentif usaha UMKM," imbuhnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Rakernas Inkopotren...
Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Rekomendasi
7 Fakta Menarik Hari...
7 Fakta Menarik Hari Pertama Piala Dunia 2026: Hujan Kartu Merah hingga Rekor Bersejarah Meksiko
Perkuat Kolaborasi dan...
Perkuat Kolaborasi dan Kepemimpinan Kreatif, HIMA PUSAKA MNC University Gelar Studi Banding Bersama Universitas Paramadina
Demo Kenaikan Harga...
Demo Kenaikan Harga Pertamax, Aktivis 98: Ada Pergeseran Orientasi Mahasiswa
Berita Terkini
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved