Oversupply Listrik, Proyek 35.000 MW Perlu Ditinjau Ulang

Senin, 25 Januari 2021 - 16:10 WIB
Dia melanjutkan, opsi lain yang bisa dilakukan dengan mendorong pembangunan pembangkit energi baru terbarukan (EBT). Pembangunan PLTU diganti dengan pembangkit EBT.

"7,5 GW ini cukup lumayan kalau dibangun mulai dari tahun 2023 sampai tahun 2025. Kemudian kita memastikan dua hal, yaitu kondisi oversupply bisa dicegah atau bisa dibangunan kapitas EBT. Ini sekaligus memenuhi target bauran energi 23%," ungkapnya.

Fabby menambahkan, permintaan listrik di dalam negeri juga harus ditingkatkan untuk mengatasi kelebihan pasokan. Seperti diketahui, konsumsi listrik mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19. Aktivitas ekonomi mengalami perlambatan sehingga berdampak pada permintaan listrik.

Baca Juga: PSBB Jawa-Bali Diperketat, PLN Jamin Pasokan Listrik Aman

Konsumsi listrik diharapkan meningkat seiring pertumbuhan ekonomi. "Ekonomi tahun ini kita tidak tahu akan pulih seperti apa. Kalaupun pulih, apakah pemulihannya cepat atau kemudian implikasinya pada pertumbuhan listrik seperti apa kita masih belum tahu. Artinya, ada risiko di mana 2-3 tahun mendatang setelah Covid selesai, pertumbuhan ekonomi kita tidak pulih dengan cepat," tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!