Fokus BRI Boleh ke Bisnis Mikro, Tapi Dampaknya Makro ke Ekonomi Nasional

Jum'at, 29 Januari 2021 - 09:57 WIB
Sosok Sunarso sebagai CEO juga dinilai berhasil menahkodai BRI di tengah turbulensi ekonomi, hal tersebut ditunjukkan dengan sejumlah penghargaan bergengsi yang diperoleh. Di antaranya Tokoh Finansial Indonesia 2020 kategori Perbankan atau sebagai Top National Banker 2020, The Best CEO in Banking Transformation pada ajang CNBC Indonesia Award 2020, The Best CEO of The Year untuk kategori Sustainable Development Goals Contribution di ajang People of The Year 2020, CEO Visioner Perusahaan Tbk Terbaik dan CEO Talent Development terbaik dalam ajang 9th Anugerah BUMN 2020, serta The Best CEO di ajang Bisnis Indonesia TOP BUMN Award 2020.

Penyaluran Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang sudah dilakukan sejak 17 Agustus 2020 terbukti banyak membawa manfaat untuk keberlangsungan bisnis pengusaha UMKM. Tidak hanya itu, penyaluran BPUM yang selama ini dilakukan melalui mitra penyalur, salah satunya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk juga diakui cepat dan mudah prosesnya.

Hingga akhir 2020, BRI sudah menyalurkan Rp18,5 triliun dana BPUM kepada 7,7 juta penerima di berbagai daerah. Penyaluran BPUM akan dilanjutkan BRI hingga akhir Januari, sesuai ketentuan yang dikeluarkan Kementerian Koperasi dan UKM.

Baca Juga: Saham BRI Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Kapitalisasi Tembus Rp590,83 T BRI akan terus menyalurkan BPUM atau BLT UMKM kepada para penerima hingga 31 Januari 2021. Adaapun penyaluran BPUM yang selama ini dilakukan BRI telah mengandalkan teknologi dan telah mengimplementasikan protokol kesehatan, sehingga menjamin keamanan serta kenyamanan penerima.

Pengakuan ini juga datang salah satunya dari pemilik usaha kacang mete asal Makassar, Sulawesi Selatan, Lily Nuryah. Perempuan berusia 49 tahun ini menjadi satu dari 11,8 juta lebih pelaku UMKM yang berhak atas BPUM senilai Rp2,4 juta dari pemerintah.

Lily bercerita, dirinya mendapat BPUM pada Agustus 2020 atau beberapa saat setelah penyaluran bantuan tersebut dimulai. Dia mengetahui program BPUM dari SMS yang dikirimkan BRI kepadanya. Setelah melakukan verifikasi ke kantor BRI, dia yakin bahwa dirinya mendapat bantuan tersebut.

Awalnya Lily khawatir proses pencairan BPUM akan memakan waktu dan proses panjang, karena pengumuman bantuan tersebut diterimanya saat dia sedang berada di DKI Jakarta. Akan tetapi, berkat bantuan dan koordinasi cepat yang dilakukan BRI, Lily bisa mendapat haknya dengan cepat setelah SMS penyaluran bantuan diterima.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!