Target Lifting Minyak 1 Juta Barel 2030, PKB: Bukan Hal Sulit

Jum'at, 29 Januari 2021 - 20:25 WIB
Dia mengatakan, target 1 juta lifting minyak sehari masih relevan untuk dilakukan meskipun saat ini ada tren transisi energi. Menurutnya kebutuhan migas di Indonesia masih cukup besar. Pada tahun 2019 lalu migas masih berkontribusi sekitar 54% dari total bauran energi yang dibutuhkan di tanah air.

Sektor migas pun dipredeksi masih menopang sebanyak 44% dari bauran energi pada tahun 2050. “Untuk itu, perlu peningkatan produksi migas yang masif demi mendukung keberlanjutan energi tersebut dan di sini target 1 juta barel lifting minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari harus bisa direalisasikan,” katanya.

Cucun mengakui jika tantangan industri hulu migas saat ini kian besar. Produksi dari wilayah kerja yang ada saat ini mengalami penurunan karena berbagai factor. Di antaranya akibat lapangan eksplorasi yang kian menua dan tantangan dari kian pesatnya pengembangan energi terbarukan.

Oleh karena itu dibutuhkan Kerjasama era tantara para stake holder di antaranya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perindustrian, SKK Migas, Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS), dan Indonesian Petroleum Association (IPA).

“Mereka harus mendiskusikan bagaimana target lifting 1 juta barel bisa dicapai. Kami akan mengawal dari sisi regulasi melalui anggota kami yang ada di Komisi VI DPR,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!