Industri Jam Tangan Kayu Lokal Bakal Dipoles Biar Laris di Ekspor
Minggu, 31 Januari 2021 - 06:21 WIB
“Eboni memperlihatkan kepada generasi muda bahwa Indonesia memiliki sejarah budaya yang sangat kuat dan membuktikan bahwa sejarah serta kebudayaan lokal bisa diwujudkan menjadi produk fesyen yang kekinian,” paparnya.
Eboni Pamor dari Eboni Watch dicetuskan oleh Afidha Fajar Adhitya. Pemuda asal Klaten Jawa Tengah tersebut menjajal keberuntungannya dengan membuat Eboni Watch pada 10 Oktober 2014. Berawal dari modal Rp2 juta membawanya pada produksi hingga 300 unit per bulan dan menciptakan lapangan kerja serta menghasilkan omzet rata-rata Rp150 juta per bulan.
Eboni Pamor memiliki nilai keindahan dan craftmanship yang sangat tinggi, dibuat dari kayu Sonokeling (Rosewood) yang terkenal keuletan, keawetan dan kekuatannya. Proses produksinya menggunakan mesin Quartz Ronda dari Swiss yang terbukti lebih akurat, awet, dan kuat atau tahan banting.
Jam tangan ini aman dipakai untuk kegiatan yang bersinggungan dengan air yang bersifat ringan, misalnya kehujanan, wudhu dan mencuci. Hingga saat ini, jangkauan pasar Eboni berada di seluruh Indonesia dan telah mencapai pasar Asia Tenggara, Afrika Selatan, hingga Eropa, baik melalui ekspor ataupun pembelian langsung oleh pelanggan dari luar negeri.
Eboni mengoptimalkan potensi pasar melalui media sosial dan e-commerce sesuai dengan taget pasar anak muda. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sendiri terus mendorong sektor industri kecil menengah (IKM) agar semakin aktif berinovasi dengan desain produknya sehingga mampu kompetitif di kancah domestik dan global.
Eboni Pamor dari Eboni Watch dicetuskan oleh Afidha Fajar Adhitya. Pemuda asal Klaten Jawa Tengah tersebut menjajal keberuntungannya dengan membuat Eboni Watch pada 10 Oktober 2014. Berawal dari modal Rp2 juta membawanya pada produksi hingga 300 unit per bulan dan menciptakan lapangan kerja serta menghasilkan omzet rata-rata Rp150 juta per bulan.
Eboni Pamor memiliki nilai keindahan dan craftmanship yang sangat tinggi, dibuat dari kayu Sonokeling (Rosewood) yang terkenal keuletan, keawetan dan kekuatannya. Proses produksinya menggunakan mesin Quartz Ronda dari Swiss yang terbukti lebih akurat, awet, dan kuat atau tahan banting.
Jam tangan ini aman dipakai untuk kegiatan yang bersinggungan dengan air yang bersifat ringan, misalnya kehujanan, wudhu dan mencuci. Hingga saat ini, jangkauan pasar Eboni berada di seluruh Indonesia dan telah mencapai pasar Asia Tenggara, Afrika Selatan, hingga Eropa, baik melalui ekspor ataupun pembelian langsung oleh pelanggan dari luar negeri.
Eboni mengoptimalkan potensi pasar melalui media sosial dan e-commerce sesuai dengan taget pasar anak muda. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sendiri terus mendorong sektor industri kecil menengah (IKM) agar semakin aktif berinovasi dengan desain produknya sehingga mampu kompetitif di kancah domestik dan global.
Lihat Juga :