Terdampak Pandemi, Industri Pariwisata Harus Mampu Berinovasi

Minggu, 31 Januari 2021 - 23:01 WIB
"Di dalam SDGs, tujuan ke-9 disebutkan, sebuah industri harus berkelanjutan dan inklusif dengan mendukung pada pembangunan ekonomi dan kesejahteraan manusia, salah satunya dengan membuka lapangan pekerjaan," kata Arief saat menjadi keynote speaker webinar Marketing Tourism, akhir pekan ini.

Menurut dia, sebuah industri harus melakukan efisiensi penggunaan sumber daya dan mengadopsi teknologi inovasi yang ramah lingkungan. Industri pariwisata yang berkelanjutan akan mementingkan kelestarian alam karena dibutuhkan dalam pembangunan di masa yang akan datang.

Sementara itu, Kadisparbud Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik menegaskan perlu adanya sinergi bersama dalam mengatasi sektor yang terdampak oleh Covid-19. Dedi melanjutkan, program CHSE telah diterapkan di seluruh destinasi wisata yang berada di Jawa Barat. Hal bertujuan agar setiap wisatawan yang masuk ke destinasi wisata di Provinsi Jawa Barat dapat melaksanakan protokol kesehatan.

"Kami terus berupaya menjalin kerja sama dengan semua pihak untuk menghidupkan kembali pariwisata yang menghadapi kesulitan sebagai dampak dari Covid-19," ungkap Dedi.

Menurut Presiden Indonesia Marketing Association (IMA) Bandung Lina Auliana, salah satu faktor yang terdampak adalah Sektor Pariwisata. Dimana, Sektor Pariwisata merupakan sektor industri yang paling terpukul terkait perannya sebelum pandemik ini dicanangkan sebagai Lokomotif Perekonomian baik di level Nasional ataupun Jawa Barat Pariwisata sangat erat kaitannya dengan SDG’s.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!