Tancap Gas, Barata Indonesia Ekspor Komponen Pembangkit ke Bahrain dan Brazil
Senin, 01 Februari 2021 - 08:34 WIB
Foto/IGKementerian BUMN
JAKARTA - Memasuki bulan kedua tahun ini, PT Barata Indonesia (Persero) tancap gas melakukan ekspor komponen pembangkit listrik ke dua negara. Divisi Pembangkit Barata, lewat pabrik komponen turbin di Cilegon, melakukan ekspor ke Bahrain dan Brazil pada Rabu kemarin (27/1).
Ekspor ke Bahrain berupa dua komponen pembangkit andalan Barata Indonesia, yakni LP Outer Casing dan Condenser. Rencananya perangkat itu akan digunakan pada Pembangkit Lisrik Tenaga Gas Al Dur Phase II, yang dibangun di lokasi existing dekat site Al Dur Phase I IWPP Plant.
Sebelumnya, pembangkit itu juga menggunakan produk Barata Indonesia untuk penyediaan komponen Ppembangkit listrik. Nantinya pembangkit tersebut akan memiliki empat gas turbine generation (GTG) dengan empat heat recovery steam generator serta dua steam turbine. Untuk mengerjakan komponen tersebut, pabrik komponen turbin Cilegon membutuhkan waktu 60.000 jam kerja. ( Baca juga:Keder dengan Produk Indonesia, Mendag Lutfi Sebut 14 Negara Jadi Jail )
Sementara ekspor ke Brazil adalah komponen pembangkit steam turbine vondenser ke Pembangkit Listrik Parnaiba V, di Brasil. Menjadi membanggakan, karena tidak hanya sekedar ekspor, namun ekspor steam turbine condenser kali ini juga merupakan salah satu yang terbesar dan terpanjang yang pernah dikerjakan pabrik Cilegon dengan tonase hampir 500 ton. ( Baca juga:Presiden Sebut Jilid Pertama PPKM Tak Efektif, Ganjar Usul Digelar Serentak )
Ekspor ke Bahrain berupa dua komponen pembangkit andalan Barata Indonesia, yakni LP Outer Casing dan Condenser. Rencananya perangkat itu akan digunakan pada Pembangkit Lisrik Tenaga Gas Al Dur Phase II, yang dibangun di lokasi existing dekat site Al Dur Phase I IWPP Plant.
Sebelumnya, pembangkit itu juga menggunakan produk Barata Indonesia untuk penyediaan komponen Ppembangkit listrik. Nantinya pembangkit tersebut akan memiliki empat gas turbine generation (GTG) dengan empat heat recovery steam generator serta dua steam turbine. Untuk mengerjakan komponen tersebut, pabrik komponen turbin Cilegon membutuhkan waktu 60.000 jam kerja. ( Baca juga:Keder dengan Produk Indonesia, Mendag Lutfi Sebut 14 Negara Jadi Jail )
Sementara ekspor ke Brazil adalah komponen pembangkit steam turbine vondenser ke Pembangkit Listrik Parnaiba V, di Brasil. Menjadi membanggakan, karena tidak hanya sekedar ekspor, namun ekspor steam turbine condenser kali ini juga merupakan salah satu yang terbesar dan terpanjang yang pernah dikerjakan pabrik Cilegon dengan tonase hampir 500 ton. ( Baca juga:Presiden Sebut Jilid Pertama PPKM Tak Efektif, Ganjar Usul Digelar Serentak )
Lihat Juga :