Duh! Pertumbuhan Laba Bersih Perbankan 2020 Terkontraksi -33%

Selasa, 02 Februari 2021 - 16:33 WIB
Pertumbuhan laba bersih perbankan nasional tertekan akibat hantaman pandemi Covid-19 di 2020. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa pandemi Covid-19 telah menekan sisi profitabilitas perbankan. Tren penurunan suku bunga dan permintaan kredit menyebabkan margin bunga bersih (NIM) perbankan turun.

"Dampaknya pada pertumbuhan laba bersih bank tahun 2020 terkontraksi 33,08% dari periode sama tahun lalu. Sehingga dengan demikian, tingkat ROA juga turun," ujar Wimboh di Jakarta, Selasa (2/2/2021).



Baca Juga: Kondisi Perbankan di 2020, Mesin Pencetak Laba Tidak Berfungsi Maksimal

Wimboh menjelaskan, dari sisi kontraksi, bank yang paling dalam terdampak adalah bank-bank kategori BUMN yang terkontraksi hingga -50,07%. Kondisi ini sejalan dengan proporsi restrukturisasi tertinggi, yaitu bank BUMN yang mendominasi sebesar 30,63%.

"Sementara dari kategori BUKU, pertumbuhan laba bersih BUKU 1 dan BUKU 4 terkontraksi paling dalam masing-masing -56,5% dan -37,14%," jelasnya.

Karena itu, kata Wimboh, OJK bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyiapkan kebijakan strategis untuk mendorong bisnis perbankan, salah satunya mendorong penyaluran kredit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!