Pertumbuhan Ekonomi Negatif jadi Alarm Depresi di 2021

Jum'at, 05 Februari 2021 - 14:37 WIB
"Kuartal empat 2020 pertumbuhan q-to-q turun -0,42% dibanding kuartal tiga 2020 yang naik 5,05%. Ini membuktikan pola pemulihan ekonomi kembali turun pada kuartal akhir jika dibanding kuartal ketiga," ungkapnya.

(Baca juga: Gunakan Incenerator Canggih, Jamed Musnahkan Ratusan Ton Limbah Medis COVID-19 )

Menurutnya, kinerja ekonomi di akhir 2020 menunjukkan kegagalan pemerintah dalam mengendalikan pandemi sehingga masyarakat masih menahan untuk berbelanja. Kelompok pengeluaran menengah dan atas berperan hingga 83% dari total konsumsi nasional. "Untuk memulihkan permintaan kelompok ini kuncinya adalah penanganan pandemi. Hal ini yang tidak dijalankan dengan baik oleh pemerintah," sebutnya.

(Baca juga: Menko Luhut Pelajari Proposal Investasi Elon Musk )

Dia melanjutkan, kebijakan New Normal yang dipaksakan terbukti blunder. Pada satu sisi ada dorongan agar masyarakat bisa beraktivitas dengan protokol kesehatan, tapi PSBB jalan terus operasional berbagai jenis usaha dibatasi. Menurutnya, ini kebijakan yang abnormal.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!