Vaksinasi Lambat, Goodbye Ekonomi RI 5%

Minggu, 07 Februari 2021 - 21:00 WIB
Selain Indonesia, sebagian negara-negara Asia Tengah juga mendapatkan giliran yang sama disebabkan karena lambannya proses negosiasi. Padahal jumlah kebutuhan di NKRI cukup besar. "Penyebabnya ada dua hal, saya kira memang terkait proses negosiasi belum optimal, jumlah kebutuhan besar, ketersediaan dana dan sebagainya. Ini tugas berat ketika katakanlah vaksin ini menurut The Economist sampai April bahkan sepanjang tahun 2023," ucap Tauhid.

Baca Juga: Duh! Kos-kosan di Jogja Bangkrut, Ribuan Dijual Online

Tidak hanya itu, Indonesia juga masih memiliki masalah rendahnya penerapan protokol kesehatan khususnya 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan jaga jarak sehingga kasus positif Covid-19 di Tanah Air terus meningkat. "Belum lagi soal kejelasan daerah mana saja yang mendapatkan vaksin, siapa yang dapat. Jangan sampai benar, tahun 2023 baru bisa 70 persen diberikan vaksin itu," kata dia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!