Tahun Ini Industri Asuransi Optimitis Akan Menggeliat Kembali

Rabu, 10 Februari 2021 - 10:03 WIB
foto/ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Industri asuransi umum mengalami penurunan pertumbuhan premi selama pandemi Covid-19 . Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyatakan saat ini momen tepat untuk mengimplementasikan penggunaan teknologi informasi (TI) atau digital.

Berdasarkan data hingga September tahun lalu, pendapatan premi asuransi umum turun Rp4,02 triliun menjadi Rp53,87 triliun. Pendapatan terbesar datang dari premi harta benda sebanyak Rp14,26 triliun dan kendaraan bermotor Rp11 triliun. Pada kuartal III tahun 2019, pendapatan premi itu masih mencapai Rp57,9 triliun. ( Baca juga:Kantongi Aset Rp72,5 Triliun, Bos Holding BUMN Asuransi Klaim Jadi Nomor Satu )



Direktur Eksekutif AAUI Dody Dalimunthe mengatakan, turunnya pendapatan perusahaan asuransi karena turunnya daya beli masyarakat dan profit usaha dari perusahaan. Gambaran umum industri asuransi saat ini, yakni premi asuransi umum rata-rata turun. Bahkan, ada potensi penundaan pembayaran premi karena kondisi keuangan tertanggung sehingga berdampak kepada kualitas aset yang diperkenankan (admitted asset).

Dody mengungkapkan penjualan produk asuransi tradisional mengalami hambatan karena pembatasan interaksi. Ini menjadi seleksi terhadap agen yang terbiasa dengan pertemuan fisik. Objek pertanggungan properti industri (pabrik) punya potensi mengalami perubahan okupansi karena beberapa tidak ada aktivitas produksi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!