Tahun Ini Industri Asuransi Optimitis Akan Menggeliat Kembali
Rabu, 10 Februari 2021 - 10:03 WIB
“Ini dapat berdampak kepada silent risk bagi asuransi karena harus dipastikan pemeliharaan mesin-mesin pabrik. Hal itu agar tidak mengalami kerusakan karena didiamkan. Asuransi kendaraan bermotor berpotensi menurun karena manufaktur mengurangi produksi. Hal ini berdampak juga kepada kualitas premi asuransi yang bersumber dari perusahaan multifinance,” jelasnya kepada SINDOnews, Selasa (9/2/2021).
Dody memaparkan rasio klaim berpotensi mengalami kenaikan karena pembandingnya, premi menurun. Beberapa lini bisnis perlu diwaspadai, seperti klaim asuransi kredit sebagai dampak dari kualitas kredit perbankan.
“Dengan demikian, secara umum di tahun 2021 premi asuransi umum masih mengalami kontraksi dibandingkan rata-rata sebelum pandemi Covid-19. Namun, AAUI optimistis bahwa ada pertumbuhan di tahun 2021 dibandingkan tahun 2020,” tuturnya. ( Baca juga:Dulu Cipinang Melayu Langganan Banjir saat Musim Hujan, Anies Posting Foto Kenangan Tahun 2017 )
Dia menyatakan perusahaan asuransi umum perlu melakukan review lini usaha. Caranya, menerapkan seleksi risiko (prudent underwriting). Bisnis yang sudah menunjukkan loss ratio sebaiknya dikurangi atau dihindari. Ini juga menjadi waktu untuk mengevaluasi pencatatan pencadangan teknis sebagai upaya memastikan perusahaan dapat melaksanakan liability ke depan.
“Ini waktunya untuk mengimplementasikan teknologi dalam proses bisnis asuransi, mulai dari desain produk, pemasaran, sampai penanganan klaim. Manfaat produk asuransi juga harus menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen,” pungkasnya.
Dody memaparkan rasio klaim berpotensi mengalami kenaikan karena pembandingnya, premi menurun. Beberapa lini bisnis perlu diwaspadai, seperti klaim asuransi kredit sebagai dampak dari kualitas kredit perbankan.
“Dengan demikian, secara umum di tahun 2021 premi asuransi umum masih mengalami kontraksi dibandingkan rata-rata sebelum pandemi Covid-19. Namun, AAUI optimistis bahwa ada pertumbuhan di tahun 2021 dibandingkan tahun 2020,” tuturnya. ( Baca juga:Dulu Cipinang Melayu Langganan Banjir saat Musim Hujan, Anies Posting Foto Kenangan Tahun 2017 )
Dia menyatakan perusahaan asuransi umum perlu melakukan review lini usaha. Caranya, menerapkan seleksi risiko (prudent underwriting). Bisnis yang sudah menunjukkan loss ratio sebaiknya dikurangi atau dihindari. Ini juga menjadi waktu untuk mengevaluasi pencatatan pencadangan teknis sebagai upaya memastikan perusahaan dapat melaksanakan liability ke depan.
“Ini waktunya untuk mengimplementasikan teknologi dalam proses bisnis asuransi, mulai dari desain produk, pemasaran, sampai penanganan klaim. Manfaat produk asuransi juga harus menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen,” pungkasnya.
(uka)
Lihat Juga :