Busyet! Melihara Buzzer Politik Ternyata Biayanya Miliaran
Rabu, 10 Februari 2021 - 10:33 WIB
Buzzer atau sering disebut para pendengung lagi heboh diperbincangkan warganet. Ternyata biaya untuk buzzer mencapai miliaran rupiah. Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Buzzer atau sering disebut para pendengung lagi heboh diperbincangkan warganet. Kehadiran buzzer di jagat maya dianggap lumrah seiring perkembangan teknologi, terutama pasukan siber politik memang sengaja dipelihara sejalan dengan dinamika kehidupan bernegara saat ini.
Pengamat Telekomunikasi Heru Sutadi menjelaskan buzzer terbagi menjadi dua kategori. Pertama disebut buzzer bayaran atau komersil dan kedua tidak dibayar atau organik.
"Nah, biasanya yang dibayar ini nggak jelas dan yang tidak dibayar sebaliknya, misalnya ada tokoh yang buat status di Twitter lalu di retweet secara suka rela,”ungkap Heru saat berbincang dengan SINDOnews, Rabu (10/2/2021).
Baca Juga: Soal Ketakutan Kwik Kian Gie, Iwan Fals: Dulu Belum Ada Buzzer, Lancar Saja Kritik
Pengamat Telekomunikasi Heru Sutadi menjelaskan buzzer terbagi menjadi dua kategori. Pertama disebut buzzer bayaran atau komersil dan kedua tidak dibayar atau organik.
"Nah, biasanya yang dibayar ini nggak jelas dan yang tidak dibayar sebaliknya, misalnya ada tokoh yang buat status di Twitter lalu di retweet secara suka rela,”ungkap Heru saat berbincang dengan SINDOnews, Rabu (10/2/2021).
Baca Juga: Soal Ketakutan Kwik Kian Gie, Iwan Fals: Dulu Belum Ada Buzzer, Lancar Saja Kritik
Lihat Juga :