Hati-hati Pak Jokowi, Ekonomi RI Bisa Meroket ke Bawah Lagi

Kamis, 11 Februari 2021 - 12:51 WIB
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
JAKARTA - Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Aviliani, menyoroti serapan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di 2020 yang mengakibatkan perekonomian Indonesia minus 5 persen. Hal ini disebabkan karena proses pencairan dana PEN butuh waktu yang cukup lama.

"Proses untuk memasukkan dalam departemen sampai dibelanjakan itu butuh sekitar 2 – 3 bulan. Maka memang terjadi perlambatan pada Triwulan II pada saat itu. Di mana Indonesia minus sampai 5 persen karena memang tidak cepat anggaran disetujui," ungkap Aviliani di acara Market Review IDX Channel, Kamis (11/2/2021).



Baca Juga: Asa Pemulihan Ekonomi 2021

Aviliani mengatakan, seharusnya proses pencairan dana PEN pemerintah tidak tidak biasa saja jika ingin penyerapan anggaran tepat waktu dan perekonomian bisa tumbuh lebih baik. "Maksudnya bisa saja tidak melalui departemen tapi ada badan yang bisa mengeluarkan dana PEN itu. Sehingga akan ada percepatan dibandingkan tahun lalu. Makanya kan sampai Desember tahun lalu pengeluarannya tidak sampai 100%," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!