Lido dan JIIPE Disetujui Jadi KEK, Diharapkan Jadi Destinasi Premium
Kamis, 11 Februari 2021 - 20:16 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang juga merupakan Ketua Dewan Nasional KEK menerangkan, KEK Lido diharapkan betul-betul bisa mendorong pariwisata di Indonesia. Hasilnya harus jelas, turis ke Jawa Barat juga harus yang berkualitas internasional. "Ini harus menjadi yang premium juga, dan devisanya pun juga premium," ujar Airlangga di Jakarta, Kamis (11/2/2021).
(Baca juga: Cadangan Devisa Tembus USD138,0 Miliar di Januari 2021 )
Usulan KEK JIIPE yang berlokasi di Kota Gresik Provinsi Jawa Timur, diproyeksikan akan mampu menghadirkan investasi senilai USDD16,9 miliar dengan serapan tenaga kerja mencapai 199.818 orang pada saat beroperasi penuh.
Sedangkan usulan KEK Lido diproyeksikan akan menarik investasi hingga mencapai USD2,4 miliar dan menyerap tenaga kerja sebanyak 29.545 orang di tahun ke-20.
KEK JIIPE direncanakan untuk pengembangan bisnis industri metal, elektronik, kimia, energi, dan logistik. Hasil produksi pelaku usaha di dalamnya, diproyeksikan akan mampu memberikan kontribusi ekspor sebesar USD10,1 miliar per tahun ketika beroperasi penuh, serta substitusi impor pada produk industri metal dan kimia.
(Baca juga: Cadangan Devisa Tembus USD138,0 Miliar di Januari 2021 )
Usulan KEK JIIPE yang berlokasi di Kota Gresik Provinsi Jawa Timur, diproyeksikan akan mampu menghadirkan investasi senilai USDD16,9 miliar dengan serapan tenaga kerja mencapai 199.818 orang pada saat beroperasi penuh.
Sedangkan usulan KEK Lido diproyeksikan akan menarik investasi hingga mencapai USD2,4 miliar dan menyerap tenaga kerja sebanyak 29.545 orang di tahun ke-20.
KEK JIIPE direncanakan untuk pengembangan bisnis industri metal, elektronik, kimia, energi, dan logistik. Hasil produksi pelaku usaha di dalamnya, diproyeksikan akan mampu memberikan kontribusi ekspor sebesar USD10,1 miliar per tahun ketika beroperasi penuh, serta substitusi impor pada produk industri metal dan kimia.
Lihat Juga :