Bebas Pajak Bikin Harga Mobil Turun, OJK Optimistis Realisasi Kredit Naik
Selasa, 16 Februari 2021 - 14:20 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis realisasi pembiayaan kendaraan bermotor bakal naik, setelah pembelian mobil baru bakal bebas pajak 0% selama tiga bulan. Foto/Dok
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis realisasi pembiayaan kendaraan bermotor bakal naik, atas rencana penurunan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) untuk kendaraan. Penurunan pajak ini akan mendorong mayarakat membeli kendaraan baik cash atau kredit.
Rencananya, penurunan PPnBM untuk mobil tertentu berlaku Maret-Mei 2021. PPNBM nol persen untuk pembelian Maret sampai Mei. Kemudian Pada Juni - Agustus konsumen otomotif akan mendapatkan potongan PPnBM sebesar 50% dan September-November 25%.
Baca Juga: Bebas PPnBM, Ini Perkiraan Harga Baru Low MPV di Indonesia Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, pelonggaran PPnBM akan sangat berpengaruh terhadap demand pembelian kendaraan bermotor. Apalagi sektor otomotif saat ini masih lesu, tercermin dari kredit konsumsi kendaraan bermotor yang masih terkontraksi.
"Dalam kondisi pandemi, penurunan PPnBN mendorong milenial yang memiliki kemampuan finansial belanja properti, mobil dan atau motor melalui pengajuan kredit. Ini yang akan mengakselerasi kredit konsumsi dan juga berdampak pada meningkatkan kredit korporasi," kata Wimboh.
Rencananya, penurunan PPnBM untuk mobil tertentu berlaku Maret-Mei 2021. PPNBM nol persen untuk pembelian Maret sampai Mei. Kemudian Pada Juni - Agustus konsumen otomotif akan mendapatkan potongan PPnBM sebesar 50% dan September-November 25%.
Baca Juga: Bebas PPnBM, Ini Perkiraan Harga Baru Low MPV di Indonesia Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, pelonggaran PPnBM akan sangat berpengaruh terhadap demand pembelian kendaraan bermotor. Apalagi sektor otomotif saat ini masih lesu, tercermin dari kredit konsumsi kendaraan bermotor yang masih terkontraksi.
"Dalam kondisi pandemi, penurunan PPnBN mendorong milenial yang memiliki kemampuan finansial belanja properti, mobil dan atau motor melalui pengajuan kredit. Ini yang akan mengakselerasi kredit konsumsi dan juga berdampak pada meningkatkan kredit korporasi," kata Wimboh.
Lihat Juga :