Peternakan Lebah Hutan Alam Roban Dapat Dukungan Usaha dari Askrindo
Selasa, 16 Februari 2021 - 20:47 WIB
PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo membantu para peternak lebah hutan yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) Alam Roban di Desa Kedawung, Batang, Jawa Tengah melalui program TJSL. Foto/Dok
BATANG - PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo membantu para peternak lebah hutan yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) Alam Roban di Desa Kedawung, Batang, Jawa Tengah melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Hal ini dalam rangka menyambut usia emas Askrindo yang tahun ini 50 tahun pada 6 April nanti.
Dalam rangka menyambut usia emas tersebut, Askrindo yang merupakan anggota dari Indonesia Financial Group (IFG) tetap konsisten menjadi agen pembangunan dalam mendukung UMKM, baik melalui bidang usahanya maupun kegiatan TJSL perusahaan.
Baca Juga: Kisah Mantan Preman Probolinggo, Sukses Jadi Peternak Lebah Beromzet Puluhan Juta
KTH Alam Roban adalah kelompok peternak lebah di Hutan Roban yang beranggotakan 17 peternak. Berdiri sejak 2017, KTH Alam Roban adalah salah satu dari beberapa KTH di wilayah Batang yang terbilang aktif. Meskipun begitu, mereka memiliki kesulitan untuk berkembang.
Hal ini dikarenakan jumlah panen madu mereka yang tidak terlalu banyak karena kotak sarang yang mereka miliki juga terbatas. Rata-rata satu peternak hanya memiliki 5-10 kotak sarang lebah. Sehingga dari segi produktifitas madu tidak banyak.
Dalam rangka menyambut usia emas tersebut, Askrindo yang merupakan anggota dari Indonesia Financial Group (IFG) tetap konsisten menjadi agen pembangunan dalam mendukung UMKM, baik melalui bidang usahanya maupun kegiatan TJSL perusahaan.
Baca Juga: Kisah Mantan Preman Probolinggo, Sukses Jadi Peternak Lebah Beromzet Puluhan Juta
KTH Alam Roban adalah kelompok peternak lebah di Hutan Roban yang beranggotakan 17 peternak. Berdiri sejak 2017, KTH Alam Roban adalah salah satu dari beberapa KTH di wilayah Batang yang terbilang aktif. Meskipun begitu, mereka memiliki kesulitan untuk berkembang.
Hal ini dikarenakan jumlah panen madu mereka yang tidak terlalu banyak karena kotak sarang yang mereka miliki juga terbatas. Rata-rata satu peternak hanya memiliki 5-10 kotak sarang lebah. Sehingga dari segi produktifitas madu tidak banyak.
Lihat Juga :