Vaksin Merah Putih Dikebut, Kuota Vaksin Impor Bisa Dikurangi di 2022
Selasa, 23 Februari 2021 - 16:24 WIB
Pihak Eijkman sendiri menargetkan akan menyerahkan bibit vaksin Merah Putih ke Bio Farma pada Maret 2021. Di tangan Holding BUMN Farmasi, bibit vaksin akan dilakukan uji klinis 1, 2, dan 3.
"Alhamdulillah kabar terakhir Lembaga Eijkman akan push seed vaksin ke Bio Farma sesuai target di kuartal I/2021 ini, jadi pada Maret ini. kita harapkan bisa on time dan lakukan uji klinis dari vaksin atau seed-vaksin yang sudah diberikan oleh Eijkman nantinya," kata dia.
(Baca juga: Bibit Vaksin Merah Putih Pengembangan Eijkman Diserahkan ke Biofarma Maret 2021 )
Presiden Joko Widodo (Jokowi) justru menginginkan agar vaksin Merah Putih diproduksi pada Desember atau akhir tahun 2021. "Saya perintahkan percepat produksi vaksin kita sendiri, vaksin Merah Putih. Tapi ini memerlukan waktu, mungkin baru akhir tahun Insha Allah bisa diproduksi," kata Jokowi saat memberikan arahan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri 2021 di Istana Negara, Jakarta.
Menurut Jokowi saat ini pemerintah sedang berupaya keras memperoleh vaksin dari beberapa negara. Namun ia mengakui bahwa saat ini yang baru tiba di Indonesia hanya dari satu negara, yakni dari China.
"Alhamdulillah kabar terakhir Lembaga Eijkman akan push seed vaksin ke Bio Farma sesuai target di kuartal I/2021 ini, jadi pada Maret ini. kita harapkan bisa on time dan lakukan uji klinis dari vaksin atau seed-vaksin yang sudah diberikan oleh Eijkman nantinya," kata dia.
(Baca juga: Bibit Vaksin Merah Putih Pengembangan Eijkman Diserahkan ke Biofarma Maret 2021 )
Presiden Joko Widodo (Jokowi) justru menginginkan agar vaksin Merah Putih diproduksi pada Desember atau akhir tahun 2021. "Saya perintahkan percepat produksi vaksin kita sendiri, vaksin Merah Putih. Tapi ini memerlukan waktu, mungkin baru akhir tahun Insha Allah bisa diproduksi," kata Jokowi saat memberikan arahan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri 2021 di Istana Negara, Jakarta.
Menurut Jokowi saat ini pemerintah sedang berupaya keras memperoleh vaksin dari beberapa negara. Namun ia mengakui bahwa saat ini yang baru tiba di Indonesia hanya dari satu negara, yakni dari China.
Lihat Juga :